kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Pertamina siap wujudkan outlook green energy 2050


Selasa, 26 November 2019 / 20:08 WIB
Pertamina siap wujudkan outlook green energy 2050
ILUSTRASI. Menteri ESDM Arifin Tasrif (tengah) bersama Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati (ketiga kiri) dan Komisaris Utama Basuki Tjahaja Purnama (ketiga kanan) serta jajaran direksi dan komisaris lainnya bersiap melakukan foto bersama saat pembu


Reporter: Filemon Agung | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina dalam gelaran Pertamina Energy Forum 2019 mengaku siap mewujudkan outlook green energy 2050.

Kebutuhan energi global diprediksi terus meningkat hingga 2050 karena penduduk dunia yang terus bertumbuh. Populasi dan kebutuhan energi, khususnya di negara-negara berkembang, dianggap sebagai pendorong utama global megatrend.

Ketika pertumbuhan ekonomi global diprediksi melambat, ekonomi di negara-negara berkembang, khususnya Indonesia, diperkirakan tumbuh lebih tinggi dibanding rata-rata ekonomi global.

Baca Juga: Pertamina akan rambah bisnis baterai untuk mendukung program mobil listrik

Sektor industri dan transportasi merupakan konsumen energi terbesar dengan akumulasi 73% dari total kebutuhan energi.

Dewan Penasihat Pertamina Energy Institute Widyawan Prawiraatmadja menyadari peran penting pemerintah dalam mewujudkan hal tersebut.

“Sebagai pelaku usaha ujung tombak energi nasional, PT Pertamina (Persero) berperan penting menerjemahkan kebijakan pemerintah dalam energi transisi dari energi fosil ke energi baru terbarukan,” ujar Widyawan saat berbicara pada Pertamina Energy Forum 2019 bertema “Global Trend: What is Driving the Energy Revolution?” di Jakarta, Selasa (26/11).

Baca Juga: Pertamina: Kuota solar akan habis di November 2019

Lebih jauh Widyawan mengungkapkan transisi energi merupakan suatu keniscayaan. Untuk itu, dirinya yakin Pertamina dapat mengimplementasikan keinginan pemerintah, seperti biofuel, tapi juga tetap sustainable dalam melakukan bisnis.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×