kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pertamina tidak bisa terus menyerap semua produksi tabung elpiji


Selasa, 08 Maret 2011 / 19:42 WIB
ILUSTRASI. Aplikasi Hipajak


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Vice President Corporate Communication Pertamina Mohammad Harun mengatakan, pertamina tidak akan menyerap semua produksi tabung gas elpiji 3 kilogram (kg) terus menerus.

Hal tersebut dikarenakan proyek tabung gas elpiji tiga kilogram tersebut adalah proyek jangka pendek. "Pertamina tidak mungkin menyerap semua produksi tabung elpiji tiga kg ini," ujar Harun kepada KONTAN, Selasa (8/3).

Menurut Harun, saat ini pertamina tidak menjanjikan order apa pun soal gas elpiji tiga kilogram kepada para produsen. Sebab sebelumnya, pertamina hanya melaksanakan program pemerintah untuk membagikan tabung tiga kilogram kepada masyarakat. Itu pun melalui tahap pembagian konversi di mana kementerian SDM melakukan survei di daerah mana saja yang membutuhkan bantuan gas elpiji tiga kg itu.

Lanjutnya, program konversi ini memiliki beberapa tahap yang ditentukan oleh hasil survei kementerian SDM. Maka pertamina hanya membeli tabung sesuai dengan konversi dan paket program dari pemerintah.

Harun sekaligus menyangkal, kalau pertamina menghentikan pembelian gas tiga kg ini karena persoalan sering meledaknya tabung gas tersebut. "Itu masalah budaya masyarakat saja," imbuh Harun. Dia juga menegaskan, bahwa pertamina belum memberikan janji apa-apa soal pembelian tabung tiga kilogram kepada para produsen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×