kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Pertanian diklaim topang pertumbuhan ekonomi


Minggu, 07 Agustus 2016 / 17:49 WIB


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Deputy Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS), Kecuk Suhariyanto mengatakan, pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada kuartal II-2016 mampu tumbuh sampai dengan 5,18% karena ditopang sektor pertanian.

Ia bilang, selama ini tidak diduga kalau sektor pertanian berperan menopang pertumbuhan perekonomian naisonal. Sebab sebelumnya, banyak yang berharap pertumbuhan ekonomi 5% dikuartal I, tapi akhirnya cuma 4,92% dan dikoreksi 4,91%. Yang meleset waktu itu adalah Pertanian.

Suhariyanto menjelaskan, sektor pertanian berperan mendorong pertumbuhan ekonomi dan berkontribusi pada kuartal II tercatat mencapai 14,32%, termasuk kehutanan dan perikanan. Dalam periode tersebut, industri bergerak positif, baik dari sisi migas dan non migas. Secara total, industri menyumbang 21% terhadap pertumbuhan ekonomi.

"Ketika pertanian tumbuh pesat, industri tumbuh pesat, barang yang diperdagangkan juga menjadi banyak plus impor barang konsumsi tinggi, lumayan naik," ujar Suhariyanto akhir pekan lalu.

Hal senada juga dikatakan, Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK). Ia bilang, pencapaian pertumbuhan ini dipengaruhi oleh bergesernya waktu panen, sehingga hasil pertumbuhannya dilihat pada kuartal II 2016. “Karena mundurnya waktu panen dari Maret ke Mei. Berarti tiga bulan, kan menambah. Pertumbuhan itu diukur dari produktivitas di samping konsumsi. Berarti produktivitas di bidang pertanian naik karena perubahan itu”,ujarnya.

Di tempat lain, Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution nampak gembira. Ternyata, catatan BPS itu lebih tinggi dari perkiraannya. "Malah lebih tinggi dari apa yang saya perkirakan. Saya selalu bilang, pertumbuhan ekonomi 5,1%. Tapi ini bisa 5,18%”, ucapnya.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×