kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.713.000   -20.000   -0,73%
  • USD/IDR 17.959   -71,00   -0,39%
  • IDX 5.902   155,73   2,71%
  • KOMPAS100 783   23,11   3,04%
  • LQ45 589   20,16   3,54%
  • ISSI 202   4,81   2,44%
  • IDX30 335   12,48   3,87%
  • IDXHIDIV20 413   15,31   3,84%
  • IDX80 88   2,33   2,70%
  • IDXV30 111   2,33   2,15%
  • IDXQ30 108   3,73   3,59%

Pertumbuhan ekspor kertas cendrung stagnan


Rabu, 10 Februari 2016 / 22:53 WIB


Reporter: Mimi Silvia | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Industri kertas/karton mengalami penurunan pada penjualan ekspor. Menurut data Badan Pusat Statistik, ekspor kertas 2015 mengalami penurunan 4,77% dibandingkan ekspor pada tahun 2014. Adapun ekspor kertas tahun lalu sebesar US$ 3,57 miliar .

Misbahul Huda, Ketua Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) penurunan ini disebabkan oleh beberapa faktor, pertama faktor eksternal dimana melambatnya pertumbuhan ekonomi global.

Apalagi banjirnya ekspor produk China yang menyebabkan over supply pada pasar kertas di dunia, dan berimbas kepada industri kertas Indonesia. "Jadinya seleksi ketat pada pasar internasional," kata Misbahul kepada KONTAN, Rabu (10/2).

Kedua, faktor internal dimana untuk produksi karton yang merupakan kertas recycle. Nah hampir dari 40% bahan bakunya impor. "Hal ini membuat harga yang tidak lagi kompetitif karena kurs dollar yang turun," kata Misbahul.

Misbahul menambahkan apalagi karena tertekan bea masuk impor maka harga produksi menjadi mahal. APKI sudah pernah membahas dengan pemerintah.

Pemerintah menyetujui bahwa recycle paper ini menjadi recover paper yang tertulis pada paket kebijakan ekonomi 1. Namun sampai sekarang belum terlihat realisasinya.

Nah, dengan kondisi begini maka Misbahul memprediksi pertumbuham ekspor tahun ini pun akan cendrung stagnan alias sama dengan tahun 2015.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×