kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Pertumbuhan produksi karet domestik pada 2011 hanya 2,53%


Jumat, 14 Januari 2011 / 18:57 WIB


Reporter: Evilin Falanta | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Meningkatnya kebutuhan karet domestik maupun global begitu agresif. Sayangnya, peningkatan pasokan karet alam di beberapa produsen karet termasuk Indonesia tidak setinggi pertumbuhan permintaan global, sehingga defisit karet alam pun terjadi.

Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Suharto Honggokusumo bilang, produksi karet alam nasional pada 2011 ini sebenarnya akan meningkat 2,53%. Tahun lalu, produksi karet alam domestik sebanyak 2,85 juta ton.

Artinya, tahun ini produksi karet alam bisa mencapai 2,92 juta ton. "Tapi karena peningkatannya tidak signifikan, tidak mampu menutupi permintaan pasar," katanya.

Untuk kebutuhan karet domestik pun, tahun ini terjadi peningkatan 30.000 ton menjadi 470.000 ton. Tahun 2010, kebutuhan karet domestik sebanyak 440.000 ton. "Pasokan untuk dalam negeri sebenarnya relatif terpenuhi," katanya.

Sementara, untuk ekspor karet alam pada 2010 mencapai 2,8 juta ton. Tahun ini, ia belum bisa memprediksi berapa besar ekspor karet alam yang bisa dikirim ke luar negeri. "Ekspor karet bisa naik 2,4% di bulan April bila kondisi cuaca kembali normal," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×