kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pertumbuhan produksi karet domestik pada 2011 hanya 2,53%


Jumat, 14 Januari 2011 / 18:57 WIB


Reporter: Evilin Falanta | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Meningkatnya kebutuhan karet domestik maupun global begitu agresif. Sayangnya, peningkatan pasokan karet alam di beberapa produsen karet termasuk Indonesia tidak setinggi pertumbuhan permintaan global, sehingga defisit karet alam pun terjadi.

Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Suharto Honggokusumo bilang, produksi karet alam nasional pada 2011 ini sebenarnya akan meningkat 2,53%. Tahun lalu, produksi karet alam domestik sebanyak 2,85 juta ton.

Artinya, tahun ini produksi karet alam bisa mencapai 2,92 juta ton. "Tapi karena peningkatannya tidak signifikan, tidak mampu menutupi permintaan pasar," katanya.

Untuk kebutuhan karet domestik pun, tahun ini terjadi peningkatan 30.000 ton menjadi 470.000 ton. Tahun 2010, kebutuhan karet domestik sebanyak 440.000 ton. "Pasokan untuk dalam negeri sebenarnya relatif terpenuhi," katanya.

Sementara, untuk ekspor karet alam pada 2010 mencapai 2,8 juta ton. Tahun ini, ia belum bisa memprediksi berapa besar ekspor karet alam yang bisa dikirim ke luar negeri. "Ekspor karet bisa naik 2,4% di bulan April bila kondisi cuaca kembali normal," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×