kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Perum Perhutani Seriusi Pengembangan Pengolahan Getah Pinus


Kamis, 24 Juni 2010 / 18:24 WIB


Reporter: Amailia Putri Hasniawati |

JAKARTA. Perum Perhutani rupanya serius mengembangkan pengolahan getah pinus. Saat ini, Perhutani tengah melakukan kajian untuk mengembangkan industri getah pinus di provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Setelah Sulsel rampung, Perhutani akan merangsek ke wilayah Sumatera dan Nangro Aceh Darussalam.

Perhutani memiliki 12 pabrik pengolahan getah pinus, sebanyak 8 pabrik milik Perum Perhutani sendiri, sementara sisanya pabrik pengolahan hasil kerjasama dengan pihak swasta. Masing-masing kapastas rata-rata produksinya 8.000 ton-10.000 ton.

Hasil pengolahan getah pinus bisa menghasilkan gondorukem yang bisa digunakan untuk bahan baku industri kertas, keramik, plastik,cat, batik, sabun, tinta cetak, politur, farmasi dan komestik.

Getah pinus juga bisa menghasilkan terpentin yang merupakan untuk bahan baku industri kosmetik, minyak cat, campuran bahan pelarut, antiseptik, kamper dan farmasi. Selain itu, limbahnya yang berupa lilin juga bisa digunakan sebagai bahan baku cat batik tulis.

Semua hasil getah pinus tidask ada yang terbuang. Semua bermanfaat dan berharga. Berbicara harga, untuk gondorukem saat ini di pasar internasional menyentuh level lebih dari US$ 1.300 per ton, dan harga terpentin di atas US$ 2.200 per ton. Untuk lilinnya sendiri dijual sekitar Rp 500.000 per ton. Lilin itu masih di jual di dalam negeri

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×