kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR15.197
  • SUN90,77 -0,26%
  • EMAS624.167 0,32%

Perumahan Villa Kencana SPS Group terdampak cuaca ekstrem

Sabtu, 10 Februari 2018 / 20:35 WIB

Perumahan Villa Kencana SPS Group terdampak cuaca ekstrem



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perumahan Villa Kencana Cikarang (VKC) yang dikembangkan oleh SPS Group menjadi proyek yang cukup dikenal setelah Presiden Jokowi pada Mei 2017. Proyek itu merupakan perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah yang masuk dalam program rumah subsidi.

Tuti Mugiastuti, General Manager SPS Group mengatakan, kehadiran Jokowi dalam meresmikan proyek tersebut cukup berpengaruh terhadap penjualan SPS group terutama untuk Villa Kencana Cikarang. Terbukti, perusahaannya berhasil membukukan penjualan 15.000 unit rumah sepanjang 2017.


Selain kehadiran presiden ke proyek VKC, hal lain yang menjadi pertimbangan masyarakat dalam memilih VKC adalah komitmen SPS Group dalam upaya memberikan lingkungan hunian yang layak dan nyaman.

“Kami sangat mempertimbangkan aspek infrastruktur yang ada di kawasan VKC. Dari jalan boulevard yang lebar, ketersediaan air bersih hingga kondisi aliran sungai yang ada didalam kawasan sangat kami perhatikan,” kata Tuti dalam keterangan resminya yang dikutip, Sabtu (10/2).

Perumahan VKC memiliki total lahan pengembangan seluas 125 ha. Hingga saat ini, SPS Group telah membangun 8.647 unit rumah di sana. Terkait dengan kondisi cuaca ekstrem beberapa hari lalu, hanya 50 unit rumah yang terkena dampaknya atau hanya 0,5% dari total luas kawasan VKC.

Tuti menjelaskan bahwa standar kualifikasi perumahan itu sudah di atas peil banjir, artinya ketinggian muka tanah secara hidrologi paling aman dari risiko banjir. Aliran sungai di kawasan VKC menurutnya sudah cukup baik karena rutin dilakukan normalisasi agar sungai tidak mengalami pendangkalan. Terbukti sepanjang tahun 2017 tidak pernah terjadi banjir.

Dia mengatakan, penyebab kenapa VKC bisa terjadi banjir adalah kondisi sungai setelah atau di luar kawasan yang notabene milik warga belum di normalisasi, sehingga tidak mampu menahan derasnya debit air di tengah curah hujan yang tinggi. “Karena tidak mampu menahan derasnya air, akhirnya debit air itu berbalik dan masuk ke kawasan perumahan kami,”tambah Tuti.

“Kami juga menyarankan kepada Pemda setempat untuk segera melakukan normalisasi sungai yang ada di wilayah-wilayah yang pembangunan pembangunan properti nya sedang pesat,”kata Tuti. Tuti mengatakan, aliran sungai ini harus terintegrasi mulai dari dalam kawasan perumahan hingga di aliran sungai terakhir menuju ke laut.

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk
Editor: Rizki Caturini

0

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0024 || diagnostic_api_kanan = 0.0613 || diagnostic_web = 0.4040

Close [X]
×