kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Perusahaan ikan kaleng siap terapkan SNI


Senin, 29 September 2014 / 19:06 WIB
ILUSTRASI. Simak beberapa cara mudah berikut ini untuk mengetahui dan mendeteksi seseorang yang berbohong hanya dari matanya.


Reporter: Handoyo | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Kalangan pelaku usaha disektor pengalengan mengaku siap untuk diberlakukannya Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk produk ikan kaleng tersebut. Adi Surya Ketua Umum Asosiasi Pengalengan Ikan Indonesia (Apiki) mengatakan, pihaknya siap tidak siap harus melakukan kebijakan tersebut. 

"Harapan kita ikan kaleng ini tersedia, terjangkau dan terjamin dipasar dunia atau dalam negeri," kata Adi. Meski demikian, Adi mengharap agar kebijakan penerapan SNI ini implementasinya tidak memberatkan dan menjadi beban bagi kalangan pelaku usaha baik sisi biaya maupun pada saat dilakukan audit oleh tim sertifikasi.

Di Indonesia, industri pengalengan ikan dimulai sekitar tahun 1970 di Muncar, Banyuwangi, kemudian berkembang di Jembrana Bali, Bitung, Medan dan kota-kota lainnya. Produk olahan ikan tersebut antara lain tuna/cakalang, mackarel dan sardine. 

Kapasitas terpasang untuk tuna kaleng sebesar 350.000 ton per tahun, tapi utilisasinya masih sekitar 45%. Sedangkan untuk sardine/mackarel kapasitas terpasangnya sebesar 250.000 ton per tahun dengan utilisasi hanya 40-50%, terutama akibat kelangkaan ikan lemuru (Sardinella) di Selat Bali sejak tahun 2010.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×