kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Pesawat perintis N219 akan dijual tahun 2017


Minggu, 25 Oktober 2015 / 22:29 WIB


Reporter: David Oliver Purba | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. PT Dirgantara Indonesia tengah merampungkan pembuatan pesawat perintis bertipe N219. Pesawat berkapasitas 19 penumpang ini akan mulai dipamerkan November 2015 mendatang.

Kepala Divisi Perencanaan Dirgantara Indonesia , Sonny Saleh Ibrahim mengungkapkan, pesawat dengan misi penerbangan antar pulau ini telah dipesan oleh tiga maskapai penerbangan.

“ Sudah mulai dipesan oleh tiga maskapai, 2017 akan mulai dijual,” ujar Sonny kepada KONTAN, Jumat( 23/10). Tiga maskapai tersebut yakni PT Aviastar Mandiri, PT Trigana Air, dan PT Nusantara Buana Air.

Meski enggan merinci satu persatu, jumlah unit N219 yang dipesan oleh ketiga perusahaan tersebut, Sonny bilang, secara total ada 30 pesawat N219 yang telah dipesan dengan total opsi pembelian mencapai 30 unit.

Pihaknya secara bertahap akan mulai mendistribusikan N219 ke ketiga maskapai tersebut pada 2017 mendatang. Untuk harga perunit, N219 dibandrol sebesar US$ 4 juta- US$ 5 juta. 

Selain itu, untuk pembuatan bahan pembuatan pesawat, Sonny bilang diawal pembuatannya N219 telah menyerap sekitar 40%-50% kandungan lokal dalam negri. Pihaknya berencana akan meningkatkan kandungan lokal hingga 70%-75%.

Namun sebelum produksi massal yang direncanakan pada 2017 mendatang, Sonny bilang pihaknya harus mengurus izin sertifikasi nasional yang diperkirakan mencapai satu tahun.

JIka sudah diproduksi secara massal, Dirgantara menargetkan penjualan N219 tidak hanya memenuhi kebutuhan pesawat perintis dalam negri, namun pihaknya juga akan menjual pesawat tersebut hingga ke negara negara Asia Tenggara lainnya.

Terkait target penjualan Sonny enggan memberitahu target penjualan N219. Namun pihaknya akan fokus memenuhi kebutuhan pesawat perintis di Asia yang diperkirakan mencapai 800 unit hingga 20 tahun kedepan.

“ Makanya kami akan terus tingkatkan produksinya dari empat unit ditahun pertama, delapan unit tahun kedua dan 12 unit pada tahun selanjutanya,” ujar Sonny.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×