Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bisnis parkir perkotaan dinilai masih memiliki prospek seiring tingginya penggunaan kendaraan pribadi di Indonesia.
Pengamat transportasi Nasional Djoko mengatakan, kendaraan pribadi masih menjadi pilihan masyarakat meski pemerintah terus mendorong penggunaan transportasi umum. Kondisi tersebut membuat kebutuhan lahan parkir di kawasan perkotaan tetap tinggi.
“Bisnis parkir perkotaan juga tetap subur. Parkir mahal pun tetap orang masih mau,” ujar Djoko kepada KONTAN, Rabu (19/8/2026).
Baca Juga: Secure Parking Andalkan Flaplock untuk Hadapi Lonjakan Kendaraan
Menurut Djoko, tarif parkir di Indonesia juga relatif lebih murah dibandingkan sejumlah negara lain.
Kondisi ini membuat masyarakat masih cukup nyaman menggunakan kendaraan pribadi, termasuk ketika harus membayar parkir di kawasan perkotaan.
Di sisi lain, Djoko menilai pelaku usaha parkir perlu terus melakukan inovasi untuk menghadapi persaingan. Pengembangan layanan seperti Flaplock dan valet parking dapat menjadi alternatif untuk memberikan kemudahan kepada pengguna.
“Ya inovasi itu memang mereka harus lakukan juga bersaing” katanya.
Selain inovasi, Djoko menekankan pentingnya kenyamanan dan kepastian layanan. Menurut dia, keamanan kendaraan, risiko pencurian, hingga potensi kerusakan perlu menjadi perhatian operator parkir.
Baca Juga: PP Presisi Raih Kontrak Baru Rp1,5 Triliun hingga Kuartal II-2026
Hal tersebut penting terutama pada kawasan dengan pengguna kendaraan bernilai tinggi. Dengan layanan yang aman dan nyaman, bisnis parkir dinilai tetap memiliki ruang untuk berkembang di kawasan perkotaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














