Sumber: Kompas.com | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penjualan mobil di dalam negeri sepanjang Januari–Desember 2025 menunjukkan peta persaingan yang dinamis, di mana pabrikan asal Jepang tetap menjadi penguasa, sementara China mulai memperbesar kontribusi.
Berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total penjualan mobil nasional sepanjang 2025 mencapai 803.687 unit.
Dari jumlah tersebut, merek-merek Jepang menguasai lebih dari tiga perempat pasar atau mendekati 78 persen.
Baca Juga: Insentif Mobil Listrik 2026 Masih Abu-abu, Industri dan Konsumen Pilih Menunggu
Kontributor utamanya berasal dari Toyota yang memimpin dengan pangsa 31,2 persen, diikuti Daihatsu (16,3 persen), Mitsubishi Motors (8,9 persen), Suzuki (8,3 persen), dan Honda (7 persen).
Merek Jepang lain seperti Isuzu, Hino, Mazda, Lexus, Subaru, dan Nissan melengkapi kekuatan tersebut.
Kendati demikian, jika menilik data Gaikindo untuk pencapaian penjualan di 2024, dominasi merek Jepang perlahan mulai terkikis sekitar empat poin persentase dari sekitar 82 persenan terhadap pasar mobil nasional.
Di sisi lain, pabrikan asal China menunjukkan tren pertumbuhan yang semakin solid. Secara agregat, merek-merek China membukukan pangsa pasar sekitar 14 persen sepanjang 2025, meningkat dari 10 persen di tahun sebelumnya.
BYD menjadi motor utama pertumbuhan tersebut dengan pangsa 5,8 persen. Sementara Chery mencatat 2,4 persen, dan Wuling sebagai pemain lamanya berada di angka 2,3 persen.
Baca Juga: Ekspor Motor CBU Indonesia Turun 4,95% pada 2025, Hanya 544.133 Unit
Selain tiga merek utama, nama-nama seperti Denza, Aion, Geely, Morris Garage (MG), GWM, DFSK, BAIC, Neta, Jetour, hingga XPeng turut menambah volume penjualan, meski masing-masing masih mencatatkan pangsa di bawah satu persen.
Kuatnya penetrasi China tidak lepas dari strategi harga yang kompetitif, perluasan jaringan diler, serta fokus pada kendaraan elektrifikasi, khususnya battery electric vehicle (BEV) dan plug-in hybrid.S
ementara itu, kelompok merek dari negara lain di luar Jepang dan China, termasuk Korea Selatan, Eropa, Amerika Serikat, dan Vietnam, secara kumulatif menguasai sekitar 8 persen pasar.
Hyundai menjadi pemain terbesar di kelompok ini dengan pangsa 2,4 persen, diikuti merek-merek Eropa seperti BMW, Mercedes-Benz, dan Volkswagen yang bermain di segmen lebih spesifik dan niche.
Baca Juga: Libur Nataru 2025/2026, Konsumsi Listrik di SPKLU Naik 479%
Meski jarak antara Jepang dan China masih cukup lebar, peta persaingan 2025 menunjukkan arah perubahan yang jelas.
Jepang tetap unggul dari sisi volume dan loyalitas pasar, namun China mulai menancapkan fondasi jangka panjang. Jika tren elektrifikasi, insentif, dan ekspansi produk berlanjut, tekanan terhadap dominasi Jepang bisa semakin terasa dalam beberapa tahun ke depan.
Selanjutnya: Sudah Enggak Sabar? Drakor Can This Love Be Translated? Tayang di Netflix 3 Hari Lagi
Menarik Dibaca: KAI Siapkan 649.780 Tempat Duduk pada Libur Panjang Isra Mikraj
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













