kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Peternak angkat suara terhadap ancaman serbuan impor ayam Brasil


Minggu, 11 Agustus 2019 / 18:42 WIB
Peternak angkat suara terhadap ancaman serbuan impor ayam Brasil
ILUSTRASI. Pekerja Memberi Pakan pada Ternak Ayam Potong

Reporter: Muhammad Julian | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Arus masuk importasi ayam dari Brasil diprediksi meningkat pasca-kekalahan Indonesia atas gugatan Brasil di Badan Penyelesaian Sengketa (Dispute Settlement Body) World Trade Organization (WTO).

Menanggapi hal ini, Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (Gopan) memiliki tiga usulan untuk pemerintah.

Pertama, Gopan berharap agar pemerintah memperhatikan harga sarana produksi ternak (Sapronak) agar memiliki harga yang terjangkau dan tidak memberatkan kelompok peternak-peternak mandiri skala kecil dan menengah.

Baca Juga: Hanya satu dari tiga emiten ayam yang direkomendasikan setelah serbuan impor Brasil

Untuk diketahui, sapronak terdiri atas sejumlah bahan baku yang dibutuhkan dalam pengelolaan produksi peternakan. Dalam konteks peternakan ayam, komponen-komponen sapronak terdiri dari bibit ayam, pakan, serta obat-obatan.

Menurut Sekretaris Jenderal Gopan Sugeng Wahyudi, biaya pakan yang dibutuhkan dalam pengelolaan produksi peternakan saat ini masih terbilang tinggi.

Tingginya biaya pakan membuat Harga Pokok Produksi (HPP) dalam pengelola produksi peternakan juga menjadi tinggi.

Baca Juga: Industri ayam perlu meningkatkan nilai tambah untuk menghadapi serbuan impor

Hal ini dikhawatirkan akan membuat ayam yang diproduksi oleh peternak mandiri memiliki harga yang tidak kompetitif apabila dibandingkan dengan harga ayam impor yang masuk dari Brasil nantiya.

Kedua, Gopan berharap agar pemerintah menyediakan skema pembiayaan dengan bunga yang murah bagi peternak-peternak ayam yang mau meng-upgrade kualitas dan kapasitas kandangnya.

Baca Juga: Ancaman arus impor ayam Brasil mengintai, begini tanggapan Malindo Feedmill

Menurut Sugeng, prasarana berupa kandang memiliki peran yang penting dalam menentukan efisiensi biaya pengelolaan produksi peternakan ayam.

“kandang-kandang ini harus di-upgrade agar produktivitas meningkat. Kalau produktivitas meningkat, biaya-biaya produksinya juga bisa turun,“ terang Sugeng kepada Kontan.co.id, Jumat (9/8).



Video Pilihan

TERBARU

Close [X]
×