kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.005   42,00   0,23%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Peternak dukung tolak impor daging ayam Brazil


Selasa, 20 Januari 2015 / 22:00 WIB
ILUSTRASI. Dua produk baru Samsung, Samsung Galaxy Z Fold 5 dan Flip 5


Reporter: Mona Tobing | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Sikap tegas yang dilakukan pemerintah Indonesia menolak impor ayam asal Brazil menguntungkan peternak lokal. Sebab cara ini menjadi barrier atau penghalang derasnya impor ayam di pasar lokal. Apalagi saat ini, Indonesia tengah menghadapi kelebihan produksi ayam.

Desianto Budiman, Vice President Feed Technology Charoen Pokphand mendukung sikap tegas pemerintah terhadap Brazil. “Tapi bukan berarti Indonesia menolak impor. Kita hanya bertahan karena memang aspek halal tidak bisa dipenuhi oleh Brazil,” kata Desianto, Selasa (20/1).

Sikap tegas ini diyakini Desianto menguntungkan Indonesia khususnya pemain lokal. Sebab, jika daging ayam asal Brazil masuk ke pasar Indonesia bakal merusak harga pasar. Harga ayam lokal bakal jatuh padahal saat ini peternak dan pengusaha ayam menanggung beban usaha yang tinggi.

Seperti diketahui Brazil mengadukan Indonesia ke World Trade Organization (WTO) terkait persoalan impor daging ayam. Indonesia memiliki waktu 60 hari untuk menyelesaikan persoalan dengan Brazil tanpa campur tangan WTO terhitung sejak 16 Oktober.

Februari mendatang, Indonesia bersiap menghadapi tuntutan Brazil. Makin berat bagi Indonesia sebab lawan kian bertambah.

Yakni,  Australia, Amerika Serikat (AS) dan Thailand bersatu dengan Brazil untuk melawan Indonesia terkait aturan ayam impor yang dapat masuk ke Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×