kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Petrochina akan menambah investasi di Indonesia


Jumat, 29 Juni 2012 / 14:55 WIB
Setelah Loki di Disney+, Tom Hiddleston tidak akan muncul di film Thor: Love and Thunder?


Reporter: Fitri Nur Arifenie | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Petrochina berencana menambah investasi di sektor industri hulu minyak dan gas di Indonesia. Penambahan investasi tersebut rencananya dalam bentuk penerapan teknologi optimalisasi produksi atau enhanced oil recovery (EOR).

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rudi Rubiandini mengatakan, Petrochina memiliki teknologi EOR yang telah terbukti di Daqing, China. "Teknologi itu rencananya akan kami terapkan di Indonesia, sehingga membantu menaikkan produksi minyak yang tengah turun," terang Rudi.

Sayangnya, Rudi tidak menjelaskan berapa jumlah tambahan investasi dari Petrochina tersebut. Ia hanya menyebutkan, setiap tahun, Petrochina berinvestasi sebesar US$ 200 juta.

Penerapan teknologi EOR nantinya akan bekerja sama dengan PT Pertamina EP. Teknologi milik Petrochina itu akan dipakai untuk menggenjot produksi di lapangan milik anak usaha Pertamina itu.

Namun begitu, tidak menutup kemungkinan teknologi serupa akan diterapkan juga di lapangan pengembangan migas yang lain. "Pihak Petrochina akan segera menjajaki kerja sama secara operasional dengan pihak Pertamina dan BP Migas dalam waktu dekat ini," jelas Rudi.

Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) Raden Priyono menyatakan dukungannya untuk Petrochina.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×