kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Petropack Agro resmikan pabrik ekstraksi herbal


Senin, 26 Januari 2015 / 10:19 WIB
Petropack Agro resmikan pabrik ekstraksi herbal
Katalog Promo Hypermart Weekday Terbaru 8-10 Agustus 2023, Promo Beli 1 Gratis 1 di Minggu Ini.


Reporter: Mona Tobing | Editor: Uji Agung Santosa

SEMARANG. PT Petropack Agro Industries (Petropack Agro) meresmikan pabrik ekstraksi bahan alami. Produsen ekstrak herbal ini mengklaim pabriknya berstandar internasional, karena menggunakan mesin asal Jepang dan Korea Selatan.

Demi meningkatkan kualitas mutu dan standard produksi, Petropack Agro terus memperlengkap fasilitas pabrik. Setelah sebelumnya perusahaan ini memiliki satu mesin ekstraksi berkapasitas 2.400 L.

Perusahaan patungan Indonesia dan Singapura ini berencana menambah empat mesin fasilitas pabrik untuk sistem pengeringan, fluidized bed dryer (FBD) dengan kapasitas 150 kilogram (kg) hingga mesin spray drayer (SD).

Presiden Direktur Petropack Agro Prihanto Ekoputro mengatakan, pabrik juga telah memiliki dua mesin miling bertekhnologi Jepang pertama di dunia. Mesin ini mampu mengeliminasi kerusakan bahan aktif dalam bahan produk natural.

Sebelumnya akhir tahun 2014, perusahaan juga telah menambah mesin freeze dryer asal Korea Selatan. Fungsi mesin pengeringan ini untuk menghilangkan 99% kadar air dalam bahan baku. Sehingga rasa serta bau bahan baku tetap utuh.

Komitmen Petropack Agro menyediakan produk natural juga didukung penelitian dan pengembangan inovasi produk yang memiliki fasilitas mesin ekstraksi pilot plant.

"Kami fokus menghasilkan produk pangan aman bagi kesehatan dan bebas dari bahan artifisial, pengawet dan pestisida. Kehadiran pabrik kami diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pasar akan produk ekstrak alam," tandas Prihanto hari ini (26/1).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×