kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.651.000   11.000   0,42%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Petrosea perluas pangkalan logistik di Kaltim


Sabtu, 10 Mei 2014 / 13:02 WIB
ILUSTRASI. Apakah Download Sigma Battle Royale APK di Luar Play Store Aman? Yuk Cari Tahu


Reporter: Pratama Guitarra | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. PT Petrosea Tbk (PTRO) berencana melipatgandakan pangkalan logistik, OffShore Supply Base (POSB), yang sebelumnya berada di Tanjung Batu, Kalimantan Timur, dengan luas lahan areal sekitar 60 hektare (ha).

Vice President Director, Sudirman Said menyatakan akan memperluas pangkalan logistik POSB dengan lahan areal seluas 40 ha. Namun, ia bilang, studi awal dan pekerjaan persiapan sudah dimulai dan diperkirakan akan siap beroperasi di tahun 2015.

"Prosesnya sudah akan berjalan tahun ini, tapi target pencapaiannya hingga tahun depan," kata Sudirman saat ditemui KONTAN, Jumat (9/5).

Dengan memperluas pangkalan logistik, Petrosea mendapatkan sewa lahan untuk perluasan di Teluk Balikpapan di Kariangau, Kalimantan Selatan. Lokasi itu, tidak jauh dari lokasi yang saat ini sudah beroperasi. "Saya perkirakan beroperasi tahun depan," ujarnya.

Sudirman menyebut, total investasi untuk berekspansi memperluas pangkalan logistik Petrosea berkisar US$ 35,40 juta. Tahun ini, Petrosea baru menghabiskan dana US$ 18 juta. "Semua itu untuk membangun pelabuhan, bangun tangki-tangki, bangun kantong-kantong penampungan," terangnya.

Terkait itu, Sudirman juga belum menunjuk siapa kontraktor yang akan menjalankan perluasan pangkalan logistik ini, terutama di sektor engineering dan proyek manajemen. Kemungkinan besar, dia akan bekerjasama dengan pihak lain. Setelah rancangannya sudah selesai, baru akan ditenderkan.

Dengan belanja modal Petrosea yang tahun ini sekitar US$ 8,9 juta, dinilai cukup besar, mengingat masih ada proyek yang sedang dikerjakan. Sebagian dana tersebut akan digunakan untuk pembelian peralatan komponen. "Saat ini belum ada pembelian alat-alat baru dan sementara ini biayanya berasal dari internal," katanya.

Sudirman bilang, hingga kuartal I 2014, Petrosea belum mendapat kontrak baru. Saat ini, mereka masih mengerjakan kontrak tahun lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×