kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.651.000   11.000   0,42%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

PGE naikkan harga kistrik karena biaya bor mahal


Selasa, 29 April 2014 / 10:26 WIB
ILUSTRASI. Cara kompres foto jadi ukuran kecil.


Reporter: Ranimay Syarah | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) menyediakan belanja modal sebesar US$ 321 juta untuk tahun 2014, atau naik sebesar 77% dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar US$ 250 juta. Kenaikan belanja modal tersebut lantaran biaya pengeboran saat ini juga naik.

Rony Gunawan, Direktur Utama PGE menyatakan, kenaikan belanja modal disebabkan adanya kenaikan biaya pemboran. Maklum, dari sembilan wilayah kerja panas bumi milik PGE, sebagian besar masih eksplorasi yang memiliki tingkat kegagalan cukup besar.

"Di Hululais, Bengkulu, kami bor sampai 3.000 meter dan biayanya mahal," ujarnya (27/4).

Rony menjelaskan, biaya pemboran dan tingkat kegagalan eksplorasi itulah yang membuat PGE meminta kenaikan harga jual beli listrik ke PLN untuk sembilan wilayah kerja panas buminya. Sebelumnya, harganya hanya US$ 6 per Kwh hingga US$ 8 per Kwh.

Namun, setelah Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) turun tangan, saat ini, harga listrik PGE ke PLN telah menjadi US$ 7 per Kwh sampai US$ 11,6 per Kwh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×