kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

PGE naikkan harga kistrik karena biaya bor mahal


Selasa, 29 April 2014 / 10:26 WIB
PGE naikkan harga kistrik karena biaya bor mahal
ILUSTRASI. Cara kompres foto jadi ukuran kecil.


Reporter: Ranimay Syarah | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) menyediakan belanja modal sebesar US$ 321 juta untuk tahun 2014, atau naik sebesar 77% dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar US$ 250 juta. Kenaikan belanja modal tersebut lantaran biaya pengeboran saat ini juga naik.

Rony Gunawan, Direktur Utama PGE menyatakan, kenaikan belanja modal disebabkan adanya kenaikan biaya pemboran. Maklum, dari sembilan wilayah kerja panas bumi milik PGE, sebagian besar masih eksplorasi yang memiliki tingkat kegagalan cukup besar.

"Di Hululais, Bengkulu, kami bor sampai 3.000 meter dan biayanya mahal," ujarnya (27/4).

Rony menjelaskan, biaya pemboran dan tingkat kegagalan eksplorasi itulah yang membuat PGE meminta kenaikan harga jual beli listrik ke PLN untuk sembilan wilayah kerja panas buminya. Sebelumnya, harganya hanya US$ 6 per Kwh hingga US$ 8 per Kwh.

Namun, setelah Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) turun tangan, saat ini, harga listrik PGE ke PLN telah menjadi US$ 7 per Kwh sampai US$ 11,6 per Kwh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU

[X]
×