kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.806.000   14.000   0,78%
  • USD/IDR 16.565   0,00   0,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

PGEO Raih Pendapatan Tertinggi Sepanjang Sejarah, Siap Tambah Kapasitas PLTP


Rabu, 26 Maret 2025 / 13:21 WIB
PGEO Raih Pendapatan Tertinggi Sepanjang Sejarah, Siap Tambah Kapasitas PLTP
ILUSTRASI. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) berkomitmen memastikan ketersediaan pasokan energi dan kelancaran operasional Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) selama periode libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru).


Reporter: Dimas Andi | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.C).ID - JAKARTA. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) atau PGE mencatat pencapaian positif sepanjang tahun 2024. Keberhasilan ini mencerminkan ketahanan bisnis yang solid, pengelolaan keuangan yang sehat, serta komitmen dalam mendukung transisi energi nasional.

Di tengah tantangan industri dan dinamika ekonomi global, PGE berhasil membukukan pendapatan sebesar US$407,12 juta, meningkat dari US$406,29 juta pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya permintaan energi bersih di Indonesia.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang telah diaudit dan dipublikasikan pada 25 Maret 2025, PGE mencatat laba bersih sebesar US$ 160,30 juta pada tahun 2024.

Baca Juga: Pertamina Geothermal Energy (PGEO) Catat Pendapatan US$ 407,12 Juta di 2024

Meskipun sedikit menurun dibandingkan dengan US$ 163,57 juta pada tahun sebelumnya, perusahaan tetap mempertahankan profitabilitas yang sehat, kas operasional yang kuat, serta efisiensi dalam pengelolaan biaya.

Direktur Utama PGE, Julfi Hadi, menegaskan bahwa perusahaan terus memperkuat posisinya sebagai pemimpin industri panas bumi di Indonesia melalui strategi operasional yang berkelanjutan.

Pada 2024, PGE mencatat produksi listrik dan pendapatan tertinggi sepanjang sejarah, didukung oleh peningkatan kinerja operasional di beberapa wilayah kerja panas bumi.

“Kinerja solid ini mencerminkan komitmen kami dalam mengoptimalkan sumber daya dan meningkatkan kontribusi terhadap transisi energi nasional,” ujar Julfi dalam keterbukaan informasi pada Rabu (26/3).

Sementara itu, Direktur Keuangan PGE, Yurizki Rio, menambahkan bahwa perusahaan tetap fokus pada pengelolaan keuangan yang prudent dan optimal untuk memastikan keberlanjutan investasi dalam pengembangan proyek panas bumi baru dan peningkatan kapasitas produksi.

Beban operasi PGE meningkat sebagai bagian dari investasi strategis dalam memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang dan ekspansi kapasitas.

Baca Juga: Lebih 13,33%, Produksi Listrik Pertamina Geothermal (PGEO) Lumut Balai Lewati Target

Beban pokok pendapatan meningkat menjadi US$ 164,89 juta pada 2024, dibandingkan US$ 158,35 juta di tahun sebelumnya.

Namun, arus kas operasional yang meningkat dari US$ 255,19 juta pada 2023 menjadi US$ 258,29 juta pada 2024 mencerminkan stabilitas pendapatan dan efektivitas pengendalian biaya.

Dari sisi aset, total aset PGE meningkat dari US$ 2,96 miliar pada 2023 menjadi US$ 2,99 miliar pada 2024, menandakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Di sisi lain, liabilitas berhasil ditekan dari US$ 992,89 juta menjadi US$ 988,65 juta, menunjukkan upaya efisiensi dalam pengelolaan utang.

Peningkatan Produksi dan Target Ekspansi

Sepanjang 2024, PGE mencatat peningkatan produksi di berbagai wilayah kerja panas bumi. PLTP Kamojang tumbuh 5,36% year-on-year (YoY), PLTP Lahendong naik 0,40% YoY, dan PLTP Lumut Balai meningkat 2,72% YoY.

Secara keseluruhan, produksi listrik PGE mencapai 4.827,22 gigawatt hour (GWh), meningkat 1,96% dibandingkan tahun sebelumnya.

Menatap 2025, PGE optimistis terhadap prospek pertumbuhan dengan rencana commissioning Lumut Balai Unit 2 berkapasitas 55 megawatt (MW).

Baca Juga: Pertamina Geothermal (PGEO) Gandeng Sinopec Star untuk Pengembangan Panas Bumi

Tambahan kapasitas ini tidak hanya memperkuat portofolio energi hijau PGE, tetapi juga berpotensi meningkatkan pendapatan dan daya saing dalam menghadapi permintaan energi bersih yang terus berkembang.

Komitmen terhadap Keberlanjutan dan ESG

PGE terus menjalankan berbagai inisiatif keberlanjutan, termasuk peningkatan efisiensi energi, pengurangan emisi karbon, perlindungan lingkungan, serta program pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Teknologi ramah lingkungan yang diadopsi meliputi sistem pemantauan emisi real-time, optimalisasi pemanfaatan air, dan peningkatan efisiensi energi di seluruh fasilitas.

Sebagai anak usaha PT Pertamina (Persero), PGE juga aktif dalam upaya reforestasi dan konservasi ekosistem di sekitar wilayah kerja panas bumi, bekerja sama dengan komunitas lokal dan lembaga lingkungan.

Dari sisi tata kelola perusahaan, PGE berkomitmen untuk menerapkan prinsip Environment, Social, and Governance (ESG) sebagai bagian dari strategi bisnis berkelanjutan.

Dengan komitmen ini, PGE optimistis dapat terus berkontribusi pada ketahanan energi nasional serta mempercepat transisi menuju energi bersih di Indonesia.

Selanjutnya: Jelang RUPS, Nixon Dikabarkan Masih Menjadi Dirut BTN

Menarik Dibaca: 7 Obat yang Cepat Menurunkan Kolesterol Tinggi secara Alami

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×