kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

PGN targetkan kenaikan volume distribusi dan transmisi gas bumi di 2020


Senin, 10 Februari 2020 / 19:28 WIB
PGN targetkan kenaikan volume distribusi dan transmisi gas bumi di 2020
ILUSTRASI. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) menargetkan pertumbuhan volume pengelolaan gas bumi pada tahun 2020.

Reporter: Filemon Agung | Editor: Komarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) menargetkan pertumbuhan volume pengelolaan gas bumi pada tahun 2020. Direktur Utama PGAS Gigih Prakoso menjelaskan, kenaikan yang disasar meliputi volume distribusi sebesar 3% atau setara 980 billion british thermal unit per say (Bbtud) atau naik dari capaian sepanjang 2019 lalu yang sebesar 949 Bbtud.

"Dan kenaikan volume transmisi sebesar 1% atau setara milion standard cubic feet per day (MMscfd) dan volume regasifikasi targetnya naik sebesar 5% atau setara 126 Bbtud," ujar Gigih di Gedung DPR RI, Senin (10/2).

Baca Juga: Penurunan harga gas industri diminta jangan mematikan industri mid stream gas

Asal tahu saja, pada 2019 lalu PGAS mencatatkan volume transmisi dan regasifikasi masing-masing sebesar 1.369 MMscfd dan 120 Bbutd.

Direktur Komersial PGN Dilo Seno Widagdo bilang sejumlah upaya akan dilakukan demi merealisasikan target tersebut. "Lewat penambahan pelanggan baru, khususnya sektor industri," kata Dilo dalam kesempatan yang sama.

Asal tahu saja, pada tahun ini PGAS berencana menambah 650 pelanggan dari sektor industri. Dilo menjelaskan, kawasan-kawasan industri yang disasar meliputi Karawang, Bekasi, dan Jawa Timur.

Selain itu, pada tahun ini PGN juga akan memulai fokus pada proyek gasifikasi 52 pembangkit listrik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Gigih mengungkapkan untuk proyek ini sembari menanti jadwal beroperasinya pembangkit milik PLN. "Ada beberapa daerah pembangkitnya belum dibangun oleh PLN. Kami ikut PLN. Tapi kalau misalnya sudah ada, bisa kami masuk di tahap I," terang Gigih.

Disisi lain, Direktur Keuangan PGAS Arie Nobelta Kaban bilang investasi diperkirakan mencapai US$ 2 miliar. Kendati demikian ia, memastikan pihaknya masih akan melakukan analisis keekonomian terlebih dahulu.

"Belum ada skemanya yg jelas, ini masih tahap awal permennya kan baru keluar. sekarang lagi dibahas dengan PLN, baru dibahas masalah analisa feasibility studynya, baru itu. Belum jauh perjalanannya," kata Arie.

Kontan.co.id mencatat, PGAS menggelontorkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 500 juta hingga US$ 700 juta. Jumlah ini naik signifikan dibandingkan capex tahun 2019 yang hanya sekitar US$ 225 juta.

Baca Juga: PGN siap perkuat lini bisnis LNG Trading internasional di Asia dan Eropa





Close [X]
×