kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.710.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.876   93,00   0,52%
  • IDX 6.268   -97,49   -1,53%
  • KOMPAS100 822   -13,16   -1,58%
  • LQ45 626   -8,34   -1,31%
  • ISSI 217   -4,16   -1,89%
  • IDX30 351   -4,37   -1,23%
  • IDXHIDIV20 429   -5,35   -1,23%
  • IDX80 94   -1,42   -1,49%
  • IDXV30 118   -1,74   -1,46%
  • IDXQ30 112   -1,22   -1,08%

Pindad Gandeng KG Mobility Garap Proyek Mobil dan Bus Listrik


Rabu, 14 Mei 2025 / 09:15 WIB
Pindad Gandeng KG Mobility Garap Proyek Mobil dan Bus Listrik
ILUSTRASI. PT Pindad menggandeng perusahaan otomotif Korea Selatan, KG Mobility, untuk berkolaborasi dalam proyek mobil nasional dan bus listrik di Indonesia.


Sumber: Yonhap | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Perusahaan otomotif Korea Selatan, KG Mobility, Selasa (13/5), mengumumkan bahwa mereka telah bermitra dengan perusahaan pertahanan milik negara Indonesia, PT Pindad, untuk berkolaborasi dalam proyek mobil nasional dan bus listrik di Indonesia.

Seperti dikutip Yonhap, pabrikan mobil Korea Selatan tersebut menyebutkan telah menandatangani perjanjian pokok atau head of agreement ((HoA) dengan PT Pindad di kantor pusatnya di Bandung, Indonesia, pada Kamis pekan lalu. 

Penandatanganan dihadiri Chairman KG Mobility Kwak Jea-sun dan Chief Executive Officer (CEO) PT Pindad Sigit Santosa.

Baca Juga: Pindad Sebut 5 Mobil Maung Garuda Bakal Diproduksi Massal Februari 2025

Berdasarkan kesepakatan tersebut, KG Mobility akan mendukung PT Pindad dengan evaluasi produk kendaraan, teknologi, dan rekayasa.

Kedua belah pihak akan berkolaborasi untuk memperluas skala proyek produksi mobil nasional dan bus listrik PT Pindad yang sedang berlangsung di Indonesia hingga mencapai kapasitas 200.000 unit.

Tahun lalu, KG Mobility mengekspor 1.060 kit knock-down untuk kendaraan sport (SUV) Rexton ke Indonesia, dan berencana meningkatkan pengiriman menjadi 3.000 unit tahun ini.

KG Mobility mengatakan kemitraan ini merupakan bagian dari dorongan perusahaan untuk berekspansi ke pasar negara berkembang.

"Sebagai pasar otomotif terbesar di Asia Tenggara, Indonesia memiliki potensi pertumbuhan yang signifikan, dan kami akan melakukan segala upaya untuk memperluas penjualan melalui strategi pemasaran dan daya saing produk kami yang berbeda," kata Kwak.

Baca Juga: Pindad Tengah Siapkan Mobil Maung untuk Sipil

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×