kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

PLN akan mengolah angin menjadi listrik di tiga lokasi


Senin, 28 Maret 2011 / 16:10 WIB
ILUSTRASI. Layar menampilkan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (22/4/2020). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,46 persen atau 65,64 poin ke level 4.567,56 pada akhir perdagangan hari ini. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.


Reporter: Fitri Nur Arifenie | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. PT PLN (Persero) akan membangun pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) di tiga lokasi tahun ini. Perusahaan setrum plat merah itu berencana membangun PLTB tersebut di Singkil (Naggroe Aceh Darussalam), Sukabumi (Jawa Barat) dan Sumba (Nusa Tenggara Timur). "Angin merupakan salah satu energi baru dan terbarukan. Kita ingin mengembangkan pembangkit angin karena memang ada potensi," ujar Direktur Perecanaan dan Teknologi PLN, Nasri Sebayang, Senin (28/3).

Untuk pengembangan pembangkit tenaga angin ini, kata Nasri harus mempertimbangkan lokasi. Salah satu lokasi yang akan dikembangkan dengan serius oleh PLN adalah Indonesia Timur. "Yang ada di sumba ini, akan kita uji coba dulu selama enam bulan. Nanti jika hasilnya bagus, akan kita teruskan untuk membangun pembangkit angin yang lain," terang Nasri.

Kepala Divisi energi Baru dan Terbarukan PLN Muhammad Sofyan menjelaskan, PLN dalam waktu dekat akan membeli listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) skala besar pertama di Jawa. Dia menjelaskan, IPP bernama Viron Energy berencana membangun PLTB di
daerah Sukabumi.

Menurut dia, saat ini PLN dan Viron Energy tengah menjalani proses negosiasi. "Kita harapkan negoisasi ini Maret bisa selesai sehingga bulan depan sudah mulai kita uji coba," kata Sofyan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×