kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

PLN: Diskon tarif listrik industri akan optimalkan pemerataan beban


Selasa, 25 Februari 2020 / 20:37 WIB
PLN: Diskon tarif listrik industri akan optimalkan pemerataan beban
ILUSTRASI. Petugas memeriksa meteran listrik di Rumah Susun Benhil, Jakarta.


Reporter: Filemon Agung | Editor: Herlina Kartika Dewi

Di sisi lain, General Manager PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) M. Ikhsan Asa'ad yang ditemui di Jakarta bilang untuk wilayah Jakarta pemberian diskon selama ini memang telah diterapkan.

"Kami ada program diskon 30% untuk industri saat penggunaan jam 10 malam sampai 8 pagi karena saat itu energi murah. Sudah lakukan dari tahun lalu dan dalam waktu dekat aka dievaluasi lagi," terang Ikhsan ditemui di Jakarta, akhir pekan lalu.

Ikhsan melanjutkan, di wilayah distribusi Jakarta tercatat ada 137 pelanggan yang menerima diskon. Menurutnya, jumlah ini tergolong kecil untuk pemasukan PLN Disjaya.

Untuk itu, ia mengungkapkan pihaknya akan melakukan peningkatan layanan khusus termasuk penyediaan power bank pada berbagai event yang diselenggarakan di Jakarta dan sekitarnya.

Baca Juga: PLN padamkan sementara 1.612 gardu listrik pasca banjir melanda Jakarta

"Kami lakukan peningkatan layanan khusus, misalnya mendorong orang agar ada event-event itu bisa pakai power bank, tidak lagi pakai genset," terang Ikhsan.

Sekadar informasi, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengungkapkan, harga listrik yang kompetitif dapat mendorong sektor industri.

Untuk itu, Agus memastikan dalam Rapat Terbatas (Ratas) dengan Presiden Joko Widodo sudah diputuskan akan adanya pemberian diskon tarif listrik bagi sektor industri.

"Dalam ratas sudah diputuskan Presiden (Joko Widodo) yang intinya ingin supaya industri dalam negeri punya daya saing. Bagaimana caranya, kami harus lihat cost of production," kata Agus di Gedung DPR RI, Kamis (13/2).

Sebenarnya, ada tiga hal yang menjadi fokus dalam upaya mendorong sektor industri yakni bahan baku, harga energi dan tata kelola niaga.

Sejauh ini telah dilakukan pertemuan dan diskusi intensif lintas kementerian yakni Kementerian Perindustrian, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Ini sudah intensif antara kami, ESDM dan BUMN. Mudah-mudahan bisa diumumkan, sudah ada skemanya. Salah satu yang bisa membantu industri ya harga listrik juga kompetitif," jelas Agus.

Adapun, skema yang dimaksud yakni pemberian diskon pada industri yang beroperasi 24 jam dengan waktu diskon pada jam-jam tertentu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×