CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   -17.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.529   -129,00   -0,73%
  • IDX 6.678   -8,24   -0,12%
  • KOMPAS100 877   0,02   0,00%
  • LQ45 664   -1,33   -0,20%
  • ISSI 234   0,36   0,15%
  • IDX30 369   -2,14   -0,58%
  • IDXHIDIV20 457   -1,61   -0,35%
  • IDX80 100   -0,15   -0,15%
  • IDXV30 127   -0,14   -0,11%
  • IDXQ30 118   -0,39   -0,33%

PLN rogoh kocek Rp 11 triliun demi kelistrikan Blok Rokan


Selasa, 06 Juli 2021 / 15:16 WIB
ILUSTRASI. PLN rogoh kocek Rp 11 triliun demi kelistrikan Blok Rokan


Reporter: Filemon Agung | Editor: Noverius Laoli

Sejatinya, kebutuhan listrik di Blok Rokan mencapai 400 MW yang dipasok dari tiga pembangkit. Selain PLTGU North Duri Cogen (NDC) milik MCTN yang telah diakuisisi oleh PLN, dua pembangkit lainnya yakni PLTG Minas dan Central Duri dengan kapasitas 130 MW.

Kedua pembangkit ini masuk dalam cost recovery sehingga telah menjadi milik negara melalui Pertamina Hulu Rokan. Bob mengungkapkan bisa saja nantinya dua pembangkit ini masuk dalam sistem interkoneksi PLN sehingga dikelola PLN.

Baca Juga: PLN siap gelontorkan Rp 2,33 triliun untuk stimulus listrik di kuartal III-2021

Kendati demikian, melihat usia dua pembangkit yang sudah cukup uzur maka besar kemungkinan kebutuhan listrik ke depannya tak lagi mengandalkan kedua pembangkit ini. Kebutuhan listrik pengganti diharapkan bisa dipasok dari sistem Sumatra.

Merujuk pemberitaan Kontan.co.id sebelumnya, harga yang ditetapkan untuk PLTGU NDC disebut mencapai US$ 300 juta. Jumlah ini meningkat dibanding harga saat dibeli 20 tahun silam yang sebesar sebesar US$ 190 juta.

Dalam prosesnya, PLN pun sempat berniat menawar pembangkit ini dengan harga US$ 30 juta.

Selanjutnya: PPKM Darurat berlaku, begini dampaknya ke konsumsi listrik dan BBM

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×