Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Universitas Prasetiya Mulya meluncurkan Prasmul New Look sebagai transformasi pembelajaran kolaboratif berbasis teknologi dan AI di Kampus BSD. Inisiatif ini bertujuan menyiapkan talenta future-ready yang adaptif terhadap kebutuhan industri digital serta memperkuat ekosistem pendidikan yang lebih kolaboratif.
Peluncuran dirangkaikan dengan seminar bertema Rapid Strategic Adaptation Under the Explosive Growth of AI yang menghadirkan pembicara dari pemerintah, industri, dan akademisi untuk membahas dampak percepatan AI terhadap dunia kerja.
Rektor Universitas Prasetiya Mulya, Hassan Wirayuda, menyatakan transformasi ini bukan sekadar perubahan tampilan kampus, melainkan penguatan ekosistem pembelajaran yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berorientasi masa depan.
“Kami ingin menghadirkan lingkungan belajar yang lebih terbuka, kolaboratif, dan adaptif, agar mahasiswa terbiasa bereksperimen, berinovasi, dan membangun solusi nyata bersama lintas disiplin ilmu. Melalui transformasi ini, kami ingin memperkuat peran Prasmul dalam membangun negeri melalui pengembangan talenta unggul,” ujar Hassan dalam keterangannya, Kamis (26/5/2026).
Baca Juga: Indonesian Petroleum Association (IPA) Perkuat Sinergi dengan Kampus
Ia menegaskan, perguruan tinggi perlu menjadi ruang kolaborasi antara akademisi, industri, dan teknologi untuk mencetak talenta yang siap menghadapi tantangan global di era AI.
Selain itu, Prasmul juga memperluas kemitraan dengan berbagai perusahaan nasional dan global dalam memperkuat ekosistem collaborative learning.
Universitas Prasetiya Mulya memperkuat kolaborasi dengan berbagai perusahaan besar seperti Indofood CBP, Astra International, BCA Digital, hingga OT Group dalam pengembangan kurikulum, magang, riset, dan rekrutmen untuk mendukung pembelajaran berbasis industri.
Kolaborasi ini bertujuan membekali mahasiswa dengan kompetensi akademik, pengalaman praktis, dan jejaring profesional agar siap menghadapi kebutuhan dunia kerja yang terus berubah.
Melalui penguatan kerja sama dengan industri, Prasetiya Mulya menegaskan komitmennya sebagai kampus future-ready yang menghubungkan pendidikan, teknologi, dan inovasi untuk menghasilkan lulusan yang berdaya saing global.
Baca Juga: Belanja AI Global Diproyeksi Tembus US$ 3,3 Triliun pada 2027
Peluncuran tersebut disertai seminar interaktif bertema “Rapid Strategic Adaptation Under the Explosive Growth of AI” yang membahas kolaborasi pendidikan, industri, dan teknologi. Seminar ini menekankan pentingnya adaptasi strategis terhadap pesatnya perkembangan AI yang berdampak luas pada berbagai sektor, serta kebutuhan Indonesia akan lebih banyak talenta siap kerja untuk mendukung pembangunan nasional.
Acara ini menghadirkan Stella Christie, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Muhamad Yopan, Public Sector Lead AWS Indonesia, danAgung Alfiansyah dari Universitas Prasetiya Mulya.
Para pembicara menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menyiapkan talenta adaptif di tengah percepatan transformasi AI, dengan mendorong pembelajaran yang kolaboratif, lintas disiplin, dan berbasis solusi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













