kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

PLN tambah pasokan setrum untuk wilayah Indonesia Timur sebesar 440 mw


Minggu, 20 Maret 2011 / 19:12 WIB
ILUSTRASI. Logo Dana Moneter Internasional (IMF) terlihat di luar gedung kantor pusat mereka di Washington, AS, ketika Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde bertemu dengan Menteri Keuangan Argentina Nicolas Dujovne, 4 September 2018.


Reporter: Fitri Nur Arifenie | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. PT PLN (Persero) bakal menaikkan rasio elektrifikasi di wilayah Indonesia Timur menjadi 70%. Saat ini, rasio elektrifikasi di wilayah tersebut masih mencapai 31%. Caranya, PLN bakal menambah pasokan listrik sebesar 440 megawatt (mw).

"Kita tahun ini harus menyambung listrik kepada 1 juta pelanggan. Tahun lalu hanya 200.000 pelanggan," ujar Direktur Indonesia Timur PLN, Vickner Sinaga kepada KONTAN, Jumat (18/3).

Tambahan setrum itu akan berasal dari berbagai sumber. Sebanyak 150 mw akan berasal dari proyek 10.000 mw tahap pertama yang sudah mulai beroperasi tahun ini. "Misalnya saja di Kendari 20 mw kemudian di Manado 25 mw dan lain-lain," lanjut Vickner.

Sumber selanjutnya, kata Vickner berasal sewa excess power. Tambahan setrum dari excesss power ini mencapai 100 mw. PLN mendapatkan sewa excess power berasal dari pembangkit milik pabrik Sumalindo yang sudah tidak beroperasi. "Kita beli excess power untuk listriknya sebesar Rp 850 per kilo watt hour (kWh)," papar Vickner.

Sisanya, kata Vickner, PLN akan mendapatkan tambahan daya dari penggunaan pembangkit energi matahari. Menurut Vickner, paling tidak akan ada sekitar 100 pulau yang menggunakan tenaga matahari.

"Di Bunaken nilai investasinya sekitar Rp 19 miliar. Yah, rata-rata kita anggap saja Rp 10 miliar untuk satu pulau," ujar Vickner.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×