kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

PLN targetkan tambahan 167 stasiun pengisian kendaraan listrik tahun 2020


Minggu, 19 Januari 2020 / 21:30 WIB
ILUSTRASI. Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) PLN


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Noverius Laoli

Adapun, hingga akhir 2019, SPLU yang tersebar di Jakarta tercatat sebesar 1.922 unit. Dari jumlah itu, sepanjang tahun lalu PLN mejual listrik dari SPLU sebanyak 2,47 juta kWh dengan pendapatan total sekitar Rp 3,9 miliar.

Adapun untuk SPKLU mobil listrik, saat ini terdapat delapan unit di Jakarta. Yakni 3 unit di PLN UID Jakarta Raya, dan masing-masing satu unit di PLN UP3 Bulungan, Senayan City dan PLN Pusat yang dimiliki oleh PLN.

Baca Juga: Armada mobil dan motor listrik Grab siap meluncur 2020

Sementara untuk SPKLU Mobil non-PLN, terdapat satu unit di Jalan Thamrin milik Badan Pengkajian dan Penerapan Tekbologi (BPPT) dan satu unit di Plaza Senayan milik Mitsubishi.

Sepanjang 2019, total pemakaian listrik di SPKLU mobil ini tercatat sebesar 47.732 kWh. Dalam catatan Kontan.co.id investasi untuk satu unit SPKLU berkisar antara Rp 500 juta - Rp 1 miliar, bergantung dari jenis SPKLU apakah normal atau fast charging.

Kementerian ESDM pun tengah menyiapkan regulasi turunan dari Perpres 55/2019, termasuk mengenai tarif SPKLU

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×