Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah resmi membuka keran impor minyak mentah (crude), bahan bakar minyak (BBM) jadi, hingga liquefied petroleum gas (LPG) melalui Badan Layanan Umum (BLU) di bidang energi.
Langkah strategis ini menyusul terbitnya payung hukum baru berupa Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 26 Tahun 2026 tentang Pengadaan Minyak Bumi, BBM, dan/atau LPG untuk Ketahanan Energi Nasional.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung menjelaskan, selain mengoptimalkan peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sudah berjalan selama ini, regulasi teranyar tersebut turut memberikan ruang bagi institusi non-BUMN.
Baca Juga: Dunia Usaha Blak-Blakan Hasil Pertemuan dengan Prabowo
"Jadi karena ada keterbatasan suplai secara global, kalau ada komitmen ekspor dari perusahaan K3S (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) itu bisa dipasarkan dalam negeri. Dan harganya itu sesuai dengan harga ICP, jadi tidak merugikan perusahaan K3S sendiri," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (29/5/2026).
Yuliot menegaskan, pemerintah memastikan tidak ada pembentukan lembaga baru demi mengeksekusi kebijakan impor komoditas energi tersebut. Dia bilang, BLU yang mendapat penugasan tersebut yakni Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi atau Lemigas.
"Jadi kita akan mengoptimalkan penggunaan BLU yang ada di antaranya adalah Lemigas. Jadi dari regulasi ini (Lemigas) bisa melakukan impor," tegasnya.
Yuliot mengungkapkan, kepastian hukum ini penting agar tidak menimbulkan polemik ke depan akibat dinamika harga, asal negara, waktu pengadaan, dan pengiriman.
Baca Juga: 4 Fakta Menarik Tentang Gen Z, Generasi Blak-Blakan yang Peduli Kesehatan Mental
Terkait dengan sumber pasokan luar negeri, Yuliot menegaskan, tidak hanya bergantung pada satu wilayah atau negara tertentu saja demi mempercepat pergerakan pemenuhan kebutuhan nasional.
"Ya kemudian itu juga kita impor itu kan bisa dari negara-negara lain seperti Nigeria, dari Angola. Itu kan yang kemudian juga ada dari beberapa negara lain supaya geraknya cepat kita membuka ruang BUMN bisa, BLU juga bisa," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













