kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.677.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.817   -25,00   -0,14%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Prabowo Targetkan Pengembangan PLTS 30 GW Tahun Ini, AESI Siapkan 4 Strategi Ini


Senin, 17 Agustus 2026 / 14:05 WIB
Prabowo Targetkan Pengembangan PLTS 30 GW Tahun Ini, AESI Siapkan 4 Strategi Ini
ILUSTRASI. PLTS Atap Pabrik Mulia yang dikembangkan Xurya (Dok/Mulia Group/Xurya)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana pemerintah menggenjot produksi listrik dari energi bersih disambut positif. Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) menilai target pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 30 Gigawatt (GW) pada tahun ini merupakan langkah eksekusi yang sangat strategis.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menargetkan pembangunan PLTS hingga 100 GW, dengan sasaran awal mencapai 30 GW pada tahun 2026. Langkah ini juga diiringi dengan pemangkasan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). Program transisi energi tersebut diklaim mampu menghemat anggaran negara hingga Rp 73,9 triliun setiap tahunnya.

Ketua Umum AESI, Mada Ayu Habsari, menyatakan bahwa kesiapan seluruh sektor industri domestik menjadi kunci utama dalam merealisasikan target tersebut.

Baca Juga: Pemerintah Klaim Berantas 1.000 Tambang Ilegal, Pushep: Masih Marak Di Wilayah Lain

Menurutnya, pemanfaatan energi surya nasional kini telah resmi memasuki fase eksekusi secara masif dan terukur, sehingga membutuhkan pengawalan intensif dari para pelaku usaha di industri.

"Tugas industri saat ini adalah memastikan kesiapan di sisi kami, mulai dari rantai pasok, kualitas pemasangan, hingga tenaga kerja yang tersertifikasi," ujarnya kepada Kontan, Senin (17/8/2026).

Guna merealisasikan target tersebut secara terukur, AESI pun membentuk empat Task Force khusus, di antaranya, pertama untuk 100 GW,  AESI membantu memetakan jalan menuju pemanfaatan nasional energi surya melalui pendekatan yang pragmatis. 

Kedua, rooftop solar, mendorong pemanfaatan PLTS atap secara masif dalam mendukung pencapaian target energi surya nasional. Ketiga, Independent Power Producer (IPP), membantu mengawal proses pengadaan PLTS agar bankable dan menarik bagi ekosistem investasi. 

Keempat, green workforce yakni memastikan ekosistem industri surya memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni dan tersertifikasi. 

Mada menuturkan, saat ini AESI telah menghimpun sekitar 164 anggota yang mencakup manufaktur, developer, penyedia teknologi, lembaga keuangan, hingga lembaga sertifikasi. 

Dia bilang, dari kolaborasi lintas pihak sebelumnya telah membuktikan capaian 1,3 GW PLTS Atap bersama Kementerian ESDM dan PLN pada April 2026 lalu melalui kepastian Permen ESDM Nomor 2 Tahun 2024.

Baca Juga: Potensi Biogas dari Limbah Sawit RI Capai 3,6 Miliar m³ per Tahun

Lebih lanjut, Mada menambahkan, pihaknya membuka seluruh kapasitas ekosistem untuk mendukung penuh program strategis pemerintah, mulai dari tahap awal pembangunan hingga operasional. 

Kepastian kejelasan regulasi dan sinergi bersama dinilai akan menjadi pendorong utama keberhasilan pengembangan energi surya serta peningkatan serapan komponen dalam negeri secara berkelanjutan.

"Kami membuka seluruh kapasitas asosiasi untuk memastikan program ini berjalan dengan kualitas yang baik, komponen dalam negeri yang terus meningkat, dan tenaga kerja hijau yang benar-benar terserap. Pekerjaan ini memang tidak mudah dan tidak instan, tetapi dengan kerja bersama-sama, jalan menuju target energi nasional mungkin tercapai," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×