kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.870   24,00   0,14%
  • IDX 8.885   -52,03   -0,58%
  • KOMPAS100 1.226   -2,75   -0,22%
  • LQ45 867   -1,47   -0,17%
  • ISSI 324   0,11   0,04%
  • IDX30 441   1,22   0,28%
  • IDXHIDIV20 520   3,38   0,65%
  • IDX80 136   -0,29   -0,21%
  • IDXV30 144   0,32   0,22%
  • IDXQ30 142   1,10   0,79%

Presiden Prabowo Bakal Resmikan Proyek RDMP Senilai Rp 123 Triliun


Senin, 12 Januari 2026 / 14:54 WIB
Presiden Prabowo Bakal Resmikan Proyek RDMP Senilai Rp 123 Triliun
ILUSTRASI. Proyek Refinery Development Master Plan atau RDMP Balikpapan (Pertamina/dok)


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Noverius Laoli

Pembangungan Fasilitas RFCC di Kilang Balikpapan

Fasilitas Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex menjadi elemen kunci dalam proyek RDMP Balikpapan, menuju standar kilang kelas dunia yang efisien, bernilai tambah tinggi, dan ramah lingkungan.

Sebagai unit pengolahan utama, RFCC Complex dirancang untuk mengoptimalkan pengolahan residu minyak menjadi produk bahan bakar dan petrokimia bernilai tinggi.

Kehadiran fasilitas ini menjadikan Kilang Balikpapan mampu memproduksi bahan bakar berkualitas tinggi setara standar Euro 5, yang lebih bersih dan rendah emisi. 

Baron mengatakan, RFCC Complex menjadi tulang punggung operasional Kilang Balikpapan dalam mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih.

Dengan RFCC, kapasitas kilang ini mencapai 360.000 barel per hari, sekaligus menjadi kilang terbesar di Indonesia saat ini. 

“Melalui RFCC Complex dan unit tambahan lainnya, Kilang Balikpapan mengalami peningkatan signifikan dari standar Euro 2 dengan kandungan sulfur 2.500 ppm menjadi standar Euro 5 dengan kandungan sulfur hanya 10 ppm," tutur Baron. 

Baca Juga: Prabowo Bakal Selenggarakan HUT RI ke-80 di Jakarta

Baron mengungkapkan proyek RDMP Balikpapan merupakan proyek modernisasi kilang terbesar di Indonesia.

Dengan beroperasinya RFCC Complex, Kilang Balikpapan tidak hanya memproduksi bensin dan solar, tetapi juga mampu menambah produksi LPG dan menghasilkan produk petrokimia yang sebelumnya belum dapat dihasilkan di kilang ini. 

“Penambahan produksi LPG dari Kilang Balikpapan diperkirakan mencapai 336.000 ton per tahun, sehingga memperkuat pasokan LPG domestik dan secara bertahap mengurangi ketergantungan terhadap impor,” jelas Baron.

Selain meningkatkan diversifikasi produk, RFCC Complex juga memungkinkan pengolahan minyak residu yang sebelumnya sulit diolah menjadi produk bernilai tinggi seperti nafta dan propylene.

Inovasi ini meningkatkan nilai ekonomi kilang sekaligus memperluas kontribusi Kilang Balikpapan dalam rantai industri energi dan petrokimia nasional.

Baca Juga: Prabowo Bakal Selenggarakan HUT RI ke-80 di Jakarta

Dari sisi kinerja, kompleksitas Kilang Balikpapan meningkat signifikan, tercermin dari Nelson Complexity Index (NCI) yang melonjak dari 3,7 menjadi 8,0.

Di mana semakin tinggi angkanya, menunjukkan kilang lebih kompleks. Sehingga mampu menghasilkan lebih banyak produk berkualitas tinggi. 

Sementara itu, Yield Valuable Product (YVP) atau imbal hasil produk bernilai meningkat dari 75,3% menjadi 91,8% atau naik sekitar 16%, yang menegaskan efisiensi dan daya saing kilang semakin tinggi.

Selanjutnya: Relaksasi Pajak 2026 Dinilai Tepat Sasaran, Dongkrak Daya Beli Kelas Menengah

Menarik Dibaca: Cek Katalog! Banjir Promo Es Krim Alfamart Beli Banyak Lebih Untung

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×