kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Prodia (PRDA) Gelar Skrinning Demensia Gratis bagi 20.000 Lansia di Seluruh Indonesia


Kamis, 03 April 2025 / 09:29 WIB
Prodia (PRDA) Gelar Skrinning Demensia Gratis bagi 20.000 Lansia di Seluruh Indonesia
ILUSTRASI. PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) meluncurkan program skrining demensia gratis bagi 20.000 warga berusia lanjut di seluruh Indonesia.


Reporter: Vina Elvira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) meluncurkan program skrining demensia gratis bagi 20.000 warga berusia lanjut di seluruh Indonesia. 

Demensia merupakan kondisi penurunan fungsi kognitif (daya ingat, kemampuan berfikir logis, pemahaman bahasa) dan mampu mengubah aktivitas hidup seseorang secara signifkan. Di tingkat global, setiap tahunnya kasus Demensia bertambah sebanyak 10 juta kasus. 

Prevalensi pengidap demensia pada tahun 2023 mencapai lebih dari 55 juta pengidap di seluruh dunia, dengan total 60% pengidapnya hidup di negara berpenghasilan rendah-menengah, dan demografi kasusnya lebih banyak dialami oleh perempuan.

Di Indonesia sendiri, prevalensi demensia pada tahun 2017 mencapai sekitar 1,2 juta. Angka ini diproyeksikan dapat meningkat lebih dari 300% menjadi 4 juta orang pada tahun 2050.

Baca Juga: Prodia StemCell Kembangkan Inovasi Terapi Sel Punca untuk Penyakit Jantung

Direktur Business & Marketing Prodia, Indriyanti Rafi Sukmawati menyatakan program skrining demensia gratis ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran bersama akan pentingnya deteksi dini dan pencegahan risiko demensia. 

Program ini berlangsung pada 24 Februari-31 Desember 2025 di 95 cabang Prodia yang telah memiliki izin klinik di seluruh Indonesia. 

“Sebagai pemain di industri layanan kesehatan, Prodia tidak hanya fokus pada inovasi medis tetapi juga bertanggungjawab dalam menciptakan dampak sosial yang positif. Program ini adalah bagian dari inisiatif ESG kami untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat usia lanjut melalui deteksi dini penyakit neurodegeneratif seperti demensia,” ungkap Indriyanti, dalam siaran pers, Rabu (2/4). 

Lebih lanjut, Indriyanti menekankan bahwa pencegahan dan deteksi dini merupakan langkah esensial dalam menangani demensia. Sehingga dapat meningkatkan harapan hidup serta kualitas hidup para masyarakat berusia lanjut.

Baca Juga: Incar Pertumbuhan Positif, Prodia Widyahusada Siapkan Strategi Ini pada Tahun 2025

Program Skrining Demensia ini terbuka bagi masyarakat berusia 50 tahun ke atas dan dapat dilakukan di 95 cabang Prodia yang berizin klinik. 

Pada tahap awal, peserta akan diberikan Kuesioner AD-8 INA untuk melakukan penilaian awal apakah terdapat kecurigaan gangguan kognisi. 

Jika hasil AD-8 INA menunjukkan hasil lebih dari sama dengan 2 (?2), maka akan dilanjutkan dengan skrining lanjutan MOCA-INA oleh dokter Prodia. Jika hasil (skor MOCA-INA ?25 – kurang dari sama dengan 25), maka telah terjadi penurunan fungsi kognitif. 

“Peserta akan diarahkan dokter Prodia untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan berkonsultasi dengan Dokter Internis Geriatri /Dokter spesialis syaraf di Prodia Senior Health Center Jakarta, Surabaya, Makassar,” tandasnya. 

Baca Juga: Prodia Widyahusada (PRDA) Siapkan Strategi untuk Genjot Bisnis di Tahun 2025

Selanjutnya: Indonesia Juga Kena, Ini Pernyataan Lengkap Gedung Putih Soal Tarif Baru Impor Trump

Menarik Dibaca: Promo Garuda Diskon Harga Tiket hingga 50% untuk Program Liburan ke Jakarta

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×