kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   18.000   0,66%
  • USD/IDR 17.719   -99,00   -0,56%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Produk Kesehatan dan Waralaba RI Raup Potensi Transaksi Rp 19 Miliar di Malaysia


Senin, 15 Juni 2026 / 20:31 WIB
Produk Kesehatan dan Waralaba RI Raup Potensi Transaksi Rp 19 Miliar di Malaysia
ILUSTRASI. Pameran Kesehatan Health Summit Asia atau SEACare 2026 (Dok/Kementerian Perdagangan)


Penulis: Chelsea Anastasia | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produk kesehatan dan waralaba Indonesia membukukan potensi transaksi sebesar US$ 1,17 juta atau sekitar Rp 19 miliar melalui partisipasi dalam dua pameran internasional di Malaysia, yakni Health Summit Asia (SEACare) 2026 dan Franchise International Malaysia (FIM) 2026.

Kedua ajang tersebut digelar di Kuala Lumpur Convention Center (KLCC), Malaysia. SEACare 2026 berlangsung pada 20-22 Mei 2026, sedangkan FIM 2026 digelar pada 21-23 Mei 2026.

Baca Juga: Menteri LH: Teknologi Bersih dan Ekonomi Sirkular Jadi Kunci Industri Berkelanjutan

Dalam pameran SEACare 2026, sejumlah perusahaan Indonesia menampilkan berbagai produk alat kesehatan, farmasi, dan suplemen kesehatan.

Dari ajang tersebut, Indonesia berhasil memperoleh delapan Letter of Intent (LoI) dengan nilai potensi transaksi mencapai US$ 190.500.

Atase Perdagangan (Atdag) RI di Kuala Lumpur Aziza Rahmaniar Salam mengatakan, produk kesehatan Indonesia mendapat respons positif dari pengunjung, distributor, hingga pelaku industri kesehatan di Malaysia.

"Hal ini menunjukkan kuatnya minat terhadap produk alat kesehatan, farmasi, dan suplemen kesehatan Indonesia yang inovatif dan berkualitas," ujar Aziza dalam keterangan tertulis, Senin (15/6/2026).

Sementara itu, pada ajang Franchise International Malaysia (FIM) 2026, Indonesia menghadirkan sejumlah merek waralaba nasional seperti Yummy Coin, Dawa Herbal, Roti Ropi, Leit Education, serta Asosiasi Franchise Indonesia.

Baca Juga: PRJ 2026 Jadi Ajang Perusahaan Elektronik Menggenjot Penjualan

Menurut Aziza, keikutsertaan pelaku usaha nasional dalam pameran tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas ekspansi bisnis dan memperkenalkan merek Indonesia kepada investor maupun mitra potensial di kawasan ASEAN.

Dari pameran waralaba tersebut, Indonesia mencatat potensi transaksi sebesar US$ 978.710.

Aziza menilai capaian dari kedua pameran tersebut menunjukkan bahwa produk dan jasa Indonesia memiliki daya saing di pasar internasional.

"Kami berharap semakin banyak produk dan merek Indonesia yang dikenal di pasar internasional, serta memperoleh peluang kerja sama yang lebih luas untuk mendorong peningkatan ekspor," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×