kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.777.000   23.000   1,31%
  • USD/IDR 16.958   -95,00   -0,56%
  • IDX 5.976   -19,71   -0,33%
  • KOMPAS100 846   -0,80   -0,09%
  • LQ45 671   3,13   0,47%
  • ISSI 186   -0,55   -0,29%
  • IDX30 354   1,55   0,44%
  • IDXHIDIV20 432   5,16   1,21%
  • IDX80 96   0,17   0,18%
  • IDXV30 102   -0,24   -0,24%
  • IDXQ30 118   1,55   1,33%

Produk obat herbal mempunyai prospek bisnis yang positif tahun ini


Minggu, 01 Agustus 2021 / 18:02 WIB
Produk obat herbal mempunyai prospek bisnis yang positif tahun ini
ILUSTRASI. Kalbe Resmikan Outlet ke Tujuh KALCare. PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe)


Reporter: Dimas Andi | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten farmasi PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) turut mencuil peluang penjualan produk-produk obat herbal di sepanjang tahun 2021.

Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius mengatakan, produk obat herbal memiliki prospek bisnis yang positif di tahun ini seiring masih berlangsungnya pandemi Covid-19 di Indonesia. Alhasil, banyak masyarakat yang memerlukan produk herbal untuk menjaga kesehatan tubuhnya di masa pandemi.

“Produk herbal kami pertumbuhannya mencapai dobel digit. Beberapa produk misalnya jahe merah bisa membantu daya tahan tubuh selama pandemi ini,” ungkap dia, Jumat (30/7).

Dalam catatan Kontan, KLBF memiliki sejumlah produk obat herbal seperti Komix Herbal, Woods Herbal, Bejo Jahe Merah, H2 Health & Happiness Fatigon Promuno, Promag Herbal, H2 Cordyceps, dan lainnya.

Baca Juga: Serap saham baru Kalbe Genexine Biologics, ini rencana Kalbe Farma (KLBF)

 

Vidjongtius menyebut, sejauh ini kontribusi penjualan produk obat herbal masih minim yakni di kisaran 3%--5% dibandingkan total penjualan bersih KLBF. Namun, ia meyakini kontribusi penjualan produk obat herbal akan meningkat seiring tren pasar yang tergolong positif.

Maka dari itu, Manajemen KLBF berupaya meningkatkan kemampuan pemasaran produk obat herbal, termasuk meluncurkan varian produk obat herbal terbaru. “Direncanakan ada 1—2 produk herbal baru secara rutin setiap tahun,” tandas Vidjongtius.

Mengutip berita sebelumnya, KLBF akan mengembangkan ekosistem produk herbal melalui sinergi berbagai pemangku kepentingan. Saat ini, KLBF telah memulai proyek kolaborasi kecil untuk produk jahe merah. Proyek tersebut telah melibatkan lebih dari 10.000 petani dan ditargetkan bisa mencapai 25.000 petani di seluruh Indonesia.

Selanjutnya: Harga saham emiten farmasi turun di tengah sentimen positif, ini kata analis

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

[X]
×