Reporter: Zendy Pradana | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Grab Indonesia akhirnya menyatakan bahwa program langganan akses hemat bagi mitra pengemudi Transportasi Roda Dua (GrabBike) ditutup. Grab menyebut bahwa program langganan tersebut sengaja ditutup karena ingin ada nilai yang diperlukan untuk penyesuaian yang lebih baik.
CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan, penutupan program langganan tersebut dilakukan guna menciptakan ekosistem yang berkelanjutan bagi seluruh pihak.
"Grab Indonesia menegaskan bahwa layanan GrabBike Hemat untuk konsumen akan tetap tersedia dengan penyesuaian biaya yang dilakukan secara terukur, dengan tetap mengutamakan keterjangkauan bagi masyarakat," ujar Neneng dalam keterangan tertulis, Rabu (20/5/2026).
Baca Juga: Prabowo Janji Bangun 5.000 Desa Nelayan, Siapkan Fasilitas Es Batu hingga SPBU Khusus
Neneng menjelaskan bahwa pengguna layanan GrabBike Standard tidak akan ada kenaikan harga sampai saat ini.
"Kesejahteraan mitra pengemudi merupakan prioritas utama kami. Grab Indonesia terus mengupayakan pendapatan Mitra Pengemudi tetap terjaga di tengah dinamika industri saat ini," kata dia.
Di sisi lain, Neneng menuturkan bahwa Grab Indonesia juga masih terus mengupayakan berbagai program kesejahteraan yang telah berjalan.
Program tersebut yakni, Bonus Hari Raya (BHR), fasilitasi BPJS Ketenagakerjaan dengan Grab menanggung iuran bagi mitra berprestasi, asuransi kecelakaan tambahan, beasiswa GrabScholar bagi anak mitra pengemudi, program Umrah bagi mitra inspiratif, GrabAcademy, GrabBenefits, dan kanal darurat GERCEP (Grab Respon Cepat).
"Grab Indonesia akan senantiasa berkoordinasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan implementasi Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 bagi Mitra Pengemudi Transportasi Roda Dua (GrabBike) nantinya akan berjalan dengan lancar," tandas Neneng.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













