kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Produk perikanan Indonesia jadi incaran di Taiwan


Kamis, 24 November 2016 / 17:44 WIB


Reporter: Tri Sulistiowati | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Produk perikanan dan seafood dalam negeri masih menjadi incaran pasar internasional. Buktinya, produk tersebut dapat membukukan kontrak dagang sebesar US$ 9,78 juta dalam ajang Pameran Taiwan International Fisheries and Seafood Show 2016 yang digelar di Kaohsiung, Taiwan, 9-11 November 2016.

"Permintaan produk perikanan itu tidak hanya datang dari Taiwan, tapi juga Jepang, Australia, India, Malaysia, Singapura, RRT, Kanada, Honduras, dan Filipina,” kata Arlinda Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan, Kamis (24/11).

Para buyer tersebut sengaja mencari pemasok baru untuk menjaga pasokan ikan untuk industrinya. Maklum, saat ini, pasokan ikan mulai berkurang akibat perubahan iklim dan musim panen. Sekadar informasi, ikan yang paling banyak dicari adalah king fish, ikan marlin, ikan tuna, dan lainnya.

Lainnya, pemerintah mendorong para buyer untuk membeli produk perikanan langsung dari Indonesia tanpa menggunakan perantara. Untuk menjamin pasokan terus tersedia, pemerintah telah menutup kesempatan pihak asing melakukan usaha penangkapan ikan di perairan Indonesia.

Sekadar informasi, dalam lima tahun terakhir ini, ekspor produk perikanan ke Taiwan tumbuh sekitar 8,76% dengan nilai ekspor sekitar US$ 62,33 juta pada 2015.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×