kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.856   -34,00   -0,19%
  • IDX 6.337   35,43   0,56%
  • KOMPAS100 829   6,30   0,77%
  • LQ45 632   4,70   0,75%
  • ISSI 219   2,04   0,94%
  • IDX30 353   2,32   0,66%
  • IDXHIDIV20 429   1,61   0,38%
  • IDX80 95   0,70   0,74%
  • IDXV30 118   0,79   0,67%
  • IDXQ30 112   0,56   0,50%

Produksi beras direvisi jadi 73 juta ton


Selasa, 29 April 2014 / 14:09 WIB
ILUSTRASI. OJK mencabut izin usaha dari PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha Life (Wanaartha Life).


Reporter: Handoyo | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kementan) merevisi target produksi beberapa komoditas, seperti beras dan kedelai. Tahun ini produksi beras diperkirakan hanya mencapai 73 juta ton, atau ton 4,8% dibandingkan target awal yang mencapai 76,75 juta ton. Sementara untuk kedelai turun dari 1,5 juta ton, menjadi 1,2 juta ton.

Suswono Menteri Pertanian mengatakan, revisi target produksi beberapa komoditas tersebut dikarenakan oleh beberapa faktor. Seperti tidak adanya tambahan anggaran dan ketersediaan lahan. "Karena anggaran tambahan belum ada, kalaupun ada momentumnya sudah hilang," kata Suswono, Selasa (29/4).

Suswono bilang untuk tahun 2014 ini anggaran yang diberikan kepada Kementan sebanyak Rp 15,47 triliun, atau turun 5,7%  Rp 16,42 triliun. 

Sebelumnya Udhoro Kasih Anggoro, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan mengakui, sulit untuk mencapai target produksi padi tahun ini sebesar 76,75 juta. Jika berkaca pada hasil produksi sampai April sebesar 32,72 juta ton GKG dengan luas tanam padi mencapai 8,192 juta ha.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×