kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Produksi beras Thailand anjlok 7%


Rabu, 24 November 2010 / 11:56 WIB
Produksi beras Thailand anjlok 7%
ILUSTRASI. Pao Karakter


Reporter: Femi Adi Soempeno, Bloomberg |

BANGKOK. Produksi beras dari Thailand, eksportir beras terbesar di dunia, kemungkinan akan menyusut lebih besar ketimbang prediksi semula. Banjir terburuk dalam lima dekade yang menyapu Thailand telah merusak kawasan penghasil beras. Produksi beras dari lahan pengembang utama yang mulai panen di bulan Oktober dan merepresentasikan sekitar 70% total panenan beras Thailand, kemungkinan anjlok 7% dari tahun lalu.

"Ini bisa menjadi kerusakan sawah terburuk sejak banjir tahun 2006," kata Theera Wongsamut, Agriculture and Cooperatives Minister.

Badai dan banjir yang terjadi sejak bulan Juli telah merusak sawah di Thailand, Vietnam dan Pakistan; tiga eksportir utama; dan menggiring harga beras ke level yang paling tinggi tahun ini menjadi US$ 15,59 per 100 pounds pada 9 November 2010 lalu di Chicago Board of Trade. Menurut Food & Agriculture Organization UN, harga makanan juga merangsek ke level yang paling tinggi dalam lebih dari dua tahun di bulan Oktober seiring dengan ongkos sereal, minyak goreng dan gula juga tersurung mumbul.

Produksi beras di kawasan pengembang utama di Thailand kemungkinan anjlok sebesar 1,6 juta ton menjadi 21,66 juta ton. Pada 9 November 2010 lalu, Pemerintah Thailand sempat memprediksi produksi beras akan mencapai 22,34 juta ton.

Harga kontrak beras di Chicago naik 63% dari level terendahnya tahun ini pada 30 Juni 2010 ke level tertinggi pada 9 November 2010. Kontrak beras untuk pengiriman Januari naik 0,8% menjadi US$ 13,51 pada pukul 10:36 waktu Singapura.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU

[X]
×