kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.119   87,24   1,09%
  • KOMPAS100 1.144   11,88   1,05%
  • LQ45 828   6,92   0,84%
  • ISSI 288   4,03   1,42%
  • IDX30 430   3,70   0,87%
  • IDXHIDIV20 517   4,54   0,89%
  • IDX80 128   1,41   1,11%
  • IDXV30 141   1,96   1,41%
  • IDXQ30 140   1,17   0,84%

Produksi garam Cirebon terganggu kemarau basah


Senin, 15 Agustus 2016 / 20:24 WIB
Produksi garam Cirebon terganggu kemarau basah


Sumber: Antara | Editor: Dupla Kartini

CIREBON. Produksi garam rakyat di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, terganggu kemarau basah pada tahun ini.

"Selain produksi yang berkurang, kualitas garam pun menurun drastis," kata Ketua Asosiasi Petani Garam Kabupaten Cirebon Insyaf Supriadi, Senin (15/8).

Dia mengatakan, hujan yang masih sering turun saat musim kemarau seperti sekarang ini telah mengganggu produksi garam rakyat. Akibat hujan yang terus turun bahkan hingga pertengahan Agustus ini, membuat pengolahan areal tambak garam pun molor.

"Setiap tahun biasanya pengolahan tambak garam sudah dilakukan sejak Juni, namun hingga Agustus ini, baru sekitar 20% dari 16.000 hektare luas tambak garam yang dikelola," katanya.

Menurut Insyaf, kondisi tersebut secara otomatis mengganggu produksi garam rakyat di Kabupaten Cirebon. Ia mengatakan, dalam kondisi normal, produksi garam rakyat bisa mencapai 350.000 ton, namun tahun ini diprediksi hanya sekitar 20% saja.

"Kualitasnya dipastikan menurun drastis, in berarti garam yang dihasilkan petani garam rakyat hanya garam umum, atau garam yang masih di bawah standar nasional," tuturnya.

Ia menambahkan, jika hujan masih turun dalam jangka waktu lima hari ke depan, maka petani garam dengan sistem bagi hasil dipastikan akan meninggalkan tambak garam yang mereka olah. (Khaerul Izan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×