Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.455
  • EMAS663.000 -0,30%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Produksi ikan budidaya 3,9 juta ton akhir Maret

Rabu, 10 Mei 2017 / 13:38 WIB

Produksi ikan budidaya 3,9 juta ton akhir Maret

JAKARTA. Volume produksi perikanan budidaya pada triwulan pertama tahun 2017 tercatat 3,97 juta ton, meningkat 3,11% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar 3,85 juta ton.

Adapun nilai produksinya mencapai Rp 30,9 triliun, naik 37% dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp 22,5 triliun.


Baca Juga

Angka nilai tukar usaha pembudidaya ikan (NTUPi) pada akhir triwulan I-2017 sebesar 109,8, yang mengindikasikan bahwa usaha budidaya tergolong efisien.

"Pencapaian tersebut tidak terlepas dari strategi kebijakan dengan anggaran belanja tidak lagi diarahkan untuk mengikuti tugas dan fungsi (money follow function), tapi harus didasarkan pada prioritas program (money follow priority program)," kata Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto di Jakarta.

Slamet menambahkan, produksi ikan hias meningkat 7,47% dari 326,1 juta ekor menjadi 350,45 juta ekor dengan nilai produksi mencapai Rp 2,48 miliar.

Pada tahun 2017, program prioritas perikanan budidaya akan diarahkan untuk mendukung secara langsung pembangunan perikanan budidaya di 34 Propinsi dan mencover sebanyak 173 Kabupaten/Kota.

Program tersebut yaitu dukungan 100 juta ekor benih bagi pembudidaya di 34 Propinsi; revitalisasi KJA sebanyak 250 unit yang tersebar di 8 Kabupaten/Kota; asuransi pembudidaya ikan untuk 3.300 hektar lahan di 13 Propinsi; pengembangan minapadi seluas 210 ha di 9 Kabupaten/Kota; dukungan escavator 48 unit di 22 Kabupaten/Kota.

Selain itu, revitalisasi tambak di 20 Kabupaten/Kota; program gerakan pakan mandiri melalui dukungan sarana dan prasarana pakan di 20 Kabupaten/Kota; pengembangan budidaya lele system bioflok di 60 Kabupaten/Kota; dukungan sarana dan prasarana produksi budidaya di 20 Propinsi; dan pengembangan budidaya laut lepas pantai (offshore aquaculture) di 3 lokasi antara lain di Pangandaran, Sabang, dan Karimunjawa.

“Perikanan budidaya memiliki nilai strategis yang komplek, mulai dari nilai ekonomi, sosial bahkan aspek geopolitik khususnya dalam memperkuat kedaulatan yang berbasis pada pendekatan kesejahateraan). Ini menjadi PR kita untuk benar-benar mengimplementasikan program prioritas perikanan budidaya secara efefktif dan efisien, sehingga berdampak pada percepatan pergerakan ekonomi nasional,” kata Slamet. 


Sumber : Kompas.com
Editor: Sanny Cicilia
Video Pilihan

TERBARU
Hasil Pemilu 2019
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0501 || diagnostic_web = 0.4498

Close [X]
×