kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.083   -27,00   -0,15%
  • IDX 6.063   23,13   0,38%
  • KOMPAS100 795   6,11   0,78%
  • LQ45 603   3,95   0,66%
  • ISSI 210   0,32   0,15%
  • IDX30 341   2,18   0,64%
  • IDXHIDIV20 425   2,76   0,65%
  • IDX80 91   0,58   0,65%
  • IDXV30 116   0,35   0,30%
  • IDXQ30 109   0,65   0,59%

Produksi pabrikan otomotif dihentikan sementara, bagaimana efek ke industri komponen?


Kamis, 23 April 2020 / 20:03 WIB
ILUSTRASI. Penghentian sementara kegiatan produksi di sejumlah pabrikan otomotif menekan turut menekan industri komponen otomotif


Reporter: Muhammad Julian | Editor: Khomarul Hidayat

Pasar aftermarket lebih kebal

Kendati demikian, penghentian produksi sementara di sejumlah pabrikan otomotif nampaknya tidak memiliki dampak yang merata di semua pelaku industri komponen otomotif.

Dihubungi terpisah, Corporate Secretary PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM), Lidiana Wdjojo mengatakan dampak dari penghentian produksi sementara yang dilakukan oleh sejumlah pabrikan otomotif akan cenderung lebih terasa bagi pelaku industri komponen yang menyasar segmen pelaku industri atawa pabrikan melalui skema original equipment manufacturer (OEM).

Sementara, penjualan pelaku industri komponen otomotif yang berorientasi pada pasar replacment/aftermarket akan lebih bergantung pada populasi kendaraan yang ada. SMSM ini sendiri berorientasi kepada pada pasar aftermarket/replacement, sehingga dampak penghentian produksi sementara yang dilakukan oleh sejumlah pabrikan tidak begitu signifikan bagi penjualan komponen otomtotif SMSM di bulan April.

Meski begitu, Lidiana tidak memungkiri bahwa penjualan komponen otomotif SMSM juga memang mengalami penurunan di bulan April akibat pasar yang lesu.

“Namun penurunannya (segmen) aftermarket tidak signifikan bila dibandingkan penurunan di (segmen) OE (equipment manufacturer),” jelas Lidiana kepada Kontan.co.id pada Kamis (23/4).

Baca Juga: Agus Gumiwang sebut ekspor industri manufaktur tumbuh 10% di tengah wabah corona

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×