Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim/PKT) menyampaikan kinerja operasionalnya sepanjang kuartal I-2026. Produksi perusahaan pada periode tersebut mencapai 2,14 juta ton.
Rinciannya, capaian produksi pada kuartal pertama ini termasuk urea yang menyumbang sebesar 1.164.435 ton, sedangkan nitrogen, fosfor, kalium (NPK) memproduksi sejumlah 104.318 ton. Lebih lanjut, amoniak berkontribusi sebanyak 874.644 ton.
Baca Juga: Pendapatan Teladan Prima Agro (TLDN) Naik 6,8% pada kuartal I-2026
Sekretaris Perusahaan Pupuk Kaltim, Anggono Wijaya memaparkan bahwa dari sisi pasokan, kesiapan stok pupuk urea dan NPK saat ini per 27 April 2026 telah mencapai 618.393 ton.
"Service stok kita jadi sekitar 131% untuk urea, di atas dari service stok, dan untuk NPK sebesar 196%. Artinya dengan pasokan yang melebihi dari service stok, kita bisa menjamin pasokan untuk petani aman," katanya dalam agenda silaturahmi media dengan Pupuk Kaltim di Jakarta, Rabu (29/4/2026).
Lebih lanjut, Anggono menyebut Pupuk Kaltim akan terus mengoptimalkan produktivitas produksi pupuk. Seperti diketahui, Indonesia melalui PT Pupuk Indonesia mengekspor pupuk di tengah permintaan yang meningkat.
Sebagai salah satu dari lima produsen pupuk di bawah naungan Pupuk Indonesia, Anggono bilang domain ekspor sepenuhnya dari induk usahanya tersebut. Menurut dia, ekspor pupuk dilakukan lantaran adanya stok yang lebih dari dalam negeri.
"Pastinya ekspor yang telah dilakukan oleh Pupuk Indonesia kemarin ya, itu atas perintah ataupun persetujuan dari pemerintah. Dan memang kita bisa ekspor itu karena ada kelebihan, ada surplus dari produksi yang ada," jelas Anggono.
Baca Juga: Strategi Pupuk Kaltim (PKT) Hadapi Kenaikan Bahan Baku Imbas Konflik Timur Tengah
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













