kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.818.000   -42.000   -1,47%
  • USD/IDR 17.149   35,00   0,20%
  • IDX 7.439   -19,02   -0,26%
  • KOMPAS100 1.026   -3,15   -0,31%
  • LQ45 741   -5,13   -0,69%
  • ISSI 268   -0,29   -0,11%
  • IDX30 397   -2,82   -0,70%
  • IDXHIDIV20 486   -4,46   -0,91%
  • IDX80 115   -0,56   -0,48%
  • IDXV30 135   -0,56   -0,41%
  • IDXQ30 128   -1,31   -1,01%

Produsen alat berat China bangun pabrik di Indonesia senilai US$ 200 juta


Senin, 25 April 2011 / 18:09 WIB
ILUSTRASI. 8 Drama Korea terbaik ini berhasil mencapai rating tertinggi di paruh awal 2020


Reporter: Sofyan Nur Hidayat | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Perusahaan asal China, Sany Heavy Industry Co Ltd. bakal membangun pabrik alat berat di Indonesia. Pabrik yang akan dibangun di kawasan industri Cikarang, Jawa Barat itu menelan dana investasi sekitar US$ 200 juta.

Direktur Jenderal Kerjasama Industri Internasional Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Agus Tjahjana mengatakan, perusahaan yang bernaung di bawah Sany Group itu sudah menyampaikan secara resmi komitmen investasinya kepada Menteri Perindustrian MS Hidayat dalam kunjungannya ke Provinsi Zhejiang RRT pada tanggal 20-21 April 2011.

"Mereka merencanakan tiga bulan yang akan datang sudah bisa melakukan ground breaking," kata Agus dalam acara jumpa pers, Senin (25/4).

Agus mengatakan Sany sudah membeli tanah seluas 10 hektare (ha) untuk membangun pabrik di kawasan industri Cikarang. Proses konstruksi membutuhkan waktu sekitar satu tahun. Pabrik itu akan memiliki kapasitas produksi sebanyak 1.000 unit eskavator per tahun.

Selanjutnya pabrik juga akan memproduksi alat berat lainnya secara bertahap. Industri alat berat itu akan menyerap sebanyak 1.500 tenaga kerja dari Indonesia. Pabrik ini akan menjadi basis produksi alat berat mereka di kawasan Asean.

Indonesia dinilai tepat untuk membangun pabrik alat berat karena kebutuhan alat berat sangat banyak untuk konstruksi, pertambangan atau pertanian. Kebutuhan alat berat di Indonesia dalam setahun mencapai 5.000 hingga 6.000 unit per tahun. "Mereka juga berkomitmen untuk menggunakan konten lokal Asean sebesar 40%," kata Agus.

Agus mengatakan, kunjungan pemerintah Indonesia ke China minggu lalu dalam rangka Indonesia-Zhejiang Trade and Investment Forum di Kota Hangzhou sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan investasi China ke Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×