Reporter: Vina Elvira | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED), produsen alat kesehatan (alkes), membukukan pertumbuhan kinerja positif sepanjang sembilan bulan pertama 2026.
OMED mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 1,85 triliun hingga kuartal III-2026. Realisasi tersebut meningkat 26,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,47 triliun.
Pertumbuhan penjualan tersebut ditopang oleh kenaikan total volume penjualan sebesar 28,6% secara tahunan, dari 2,02 miliar unit menjadi 2,60 miliar unit.
Baca Juga: Laba Mitra Pinasthika (MPMX) Naik 22,57% ke Rp 538,9 Miliar, Ini faktor Pendorongnya
Sejalan dengan peningkatan penjualan, EBITDA OMED juga tumbuh 34% secara year on year (yoy) menjadi Rp 426 miliar dari sebelumnya Rp 318 miliar. Sementara itu, laba periode berjalan meningkat 31,6% YoY menjadi Rp 336 miliar dibandingkan Rp 256 miliar pada kuartal III-2025.
Head of Investor Relations OMED Hansen Teguh menyampaikan, pertumbuhan kinerja tersebut turut diikuti peningkatan profitabilitas perusahaan.
"Perbaikan margin laba kotor mencerminkan efisiensi di level produksi yang terus berlanjut, seiring pertumbuhan volume penjualan yang solid," ujar Hansen dalam keterangannya.
Secara rinci, margin laba kotor OMED meningkat menjadi 35,5% dari 33,9% pada periode yang sama tahun lalu. Margin EBITDA juga naik menjadi 23% dari 21,6%, sedangkan margin laba bersih meningkat menjadi 18,2% dari 17,4%.
Dari sisi produk, pertumbuhan penjualan tertinggi berasal dari kategori bioteknologi dan laboratorium yang meningkat 51,2% YoY menjadi Rp 114,9 miliar.
Kemudian, kategori barang medis habis pakai (disposables & consumables) tumbuh 33,6% YoY menjadi Rp 965,9 miliar. Kategori ini sekaligus menjadi kontributor terbesar terhadap total penjualan OMED.
Adapun kategori alat bantu jalan dan rehabilitasi (walking aids & rehab) mencatatkan pertumbuhan 31,7% YoY menjadi Rp 95,1 miliar. Sementara itu, kategori perawatan luka (wound care) tumbuh 26,6% YoY menjadi Rp 302,6 miliar.
Baca Juga: Lewat PGN LNG Indonesia, PGAS Terima 25 Kargo LNG Hingga Kuartal III-2026
OMED juga mencatatkan pertumbuhan dari segmen ritel dan ekspor. Penjualan segmen ritel meningkat 32% YoY menjadi Rp 218 miliar dari sebelumnya Rp 165 miliar.
Sementara itu, penjualan ekspor melonjak 328% YoY. Amerika Serikat menjadi tujuan ekspor utama OMED, disusul penjualan perdana ke Filipina.
Dari sisi neraca keuangan, per 30 September 2026, OMED membukukan total aset sebesar Rp 3,498 triliun, dengan total liabilitas Rp 514 miliar dan total ekuitas Rp 2,984 triliun.
Seiring capaian tersebut, OMED menaikkan target pendapatan sepanjang 2026 menjadi sekitar Rp 2,5 triliun. Target ini lebih tinggi dibandingkan panduan sebelumnya sebesar Rp 2,3 triliun dan mencerminkan estimasi pertumbuhan sekitar 21% secara tahunan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














