Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kimia Farma Tbk (KAEF) berhasil memangkas rugi bersih pada kuartal III 2026.
Per September 2026, perusahaan farmasi pelat merah ini mencatat rugi tahun berjalan sebesar Rp 12,91 miliar, turun 94,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 234,11 miliar.
Melansir laporan keuangan konsolidasian yang dikutip Minggu (1/11/2026), perbaikan kinerja tersebut ditopang oleh peningkatan penjualan dan laba bruto, serta penurunan beban usaha.
Penjualan neto Kimia Farma tercatat sebesar Rp 7,08 triliun, tumbuh 0,96% secara tahunan dibandingkan Rp 7,01 triliun pada September 2025.
Baca Juga: Kimia Farma (KAEF) Bidik Peluang Bisnis dari Manufaktur Kontrak Farmasi
Di sisi lain, beban pokok penjualan turun 0,18% menjadi Rp 4,55 triliun dari sebelumnya Rp 4,56 triliun.
Dengan demikian, laba bruto Kimia Farma meningkat 3,09% menjadi Rp 2,52 triliun, dibandingkan Rp 2,45 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Perusahaan juga berhasil menekan beban usaha sebesar 2,8% menjadi Rp 2,34 triliun dari Rp 2,41 triliun. Kondisi tersebut mendorong laba usaha Kimia Farma meningkat 129,3% menjadi Rp 227,35 miliar, dibandingkan Rp 99,15 miliar pada September 2025.
Meski demikian, kinerja bottom line masih tertekan oleh beban keuangan. Hingga September 2026, Kimia Farma mencatat beban keuangan sebesar Rp 357,65 miliar.
Angka tersebut turun 1,96% dari Rp 364,80 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, tetapi masih lebih besar dibandingkan laba usaha yang dibukukan.
Kimia Farma juga memperoleh penghasilan keuangan sebesar Rp 140,57 miliar, melonjak 174% dari Rp 51,31 miliar pada September 2025. Namun, perusahaan tetap mencatat rugi sebelum pajak sebesar Rp 10,27 miliar.
Baca Juga: Kinerja Membaik, Kimia Farma (KAEF) Perkuat Strategi Bisnis hingga Akhir 2026
Meski demikian, angka tersebut menyusut 95,2% dibandingkan rugi sebelum pajak Rp 214,34 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi neraca, total aset Kimia Farma per 30 September 2026 tercatat sebesar Rp 14,63 triliun, meningkat 3,17% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp 14,18 triliun.
Sementara itu, total liabilitas naik 3,96% menjadi Rp 11,90 triliun dari Rp 11,45 triliun.
Liabilitas jangka panjang menjadi salah satu pos yang mengalami kenaikan signifikan, yakni sebesar 66,7% dari Rp 4,39 triliun pada akhir 2025 menjadi Rp 7,31 triliun per September 2026.
Di dalamnya, utang bank jangka panjang meningkat 85,3% menjadi Rp 6,23 triliun dari Rp 3,36 triliun.
Baca Juga: Kimia Farma (KAEF) Kena Putusan Arbitrase Rp 2,2 Triliun, Begini Langkah yang Diambil
Adapun total ekuitas Kimia Farma tercatat sebesar Rp 2,73 triliun, turun tipis 0,16% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp 2,74 triliun.
Perusahaan masih membukukan defisit saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya sebesar Rp 5,53 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














