kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.581   28,00   0,16%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Produsen LHE lokal bujuk China bangun pabrik di Indonesia


Selasa, 03 Mei 2011 / 17:14 WIB
ILUSTRASI. Mobil bekas Daihatsu Ceria kini mulai Rp 21 Juta saja


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Produk Lampu Hemat Energi (LHE) asal China yang makin membanjiri pasar dalam negeri membuat pengusaha lampu di dalam negeri kian risau. Bagaimana tidak, dari 20 produsen LHE lokal, saat ini tinggal tersisa delapan produsen lokal yang masih bertahan.

Pasokan LHE didominasi oleh merek-merek impor dari China dari 33 produsen. Alasannya selalu saja sama, produk LHE milik China harganya jauh lebih murah. "Sehingga produsen lokal lebih memilih jadi pedagang, karena tingginya biaya operasional di dalam negeri sehingga LHE lokal tidak mampu bersaing," ujar John Manoppo, Ketua Umum Asosiasi Industri Perlampuan Listrik Indonesia (Aperlindo).

Agar kondisi industri perlampuan di Indonesia bisa diperbaiki, Aperlindo meminta pemerintah untuk menjalankan pembatasan barang impor melalui lima pelabuhan yang belum direalisasikan hingga kini.

Selain itu Aperlindo juga menempuh langkah negosiasi dengan 33 produsen LHE asal China untuk membangun pabrik di Indonesia. "Hal ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing produk lokal," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×