Reporter: Rashif Usman | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelaku industri minuman beralkohol dalam negeri semakin aktif mengembangkan bisnis mereka. Selain menghadirkan produk baru hasil kolaborasi dengan mitra internasional, produsen lokal juga mulai memperluas pasar ke mancanegara sebagai upaya meningkatkan daya saing.
Strategi tersebut untuk membuka peluang pertumbuhan baru sekaligus memperkuat posisi produk buatan Indonesia di tengah persaingan industri minuman beralkohol.
Salah satunyai PT Kharisma Serasi Jaya memperkenalkan Emerald Glens. Wiski ini mulai diproduksi di Indonesia melalui kolaborasi dengan industri wiisky tertua di Irlandia. Produk ini memadukan keahlian craftsmanship Irlandia dengan proses produksi di dalam negeri.
Baca Juga: Kacamatamoo Mulai Ekspansi ke Asia, Siapkan Langkah Awal Menuju IPO
CEO Kharisma Serasi Jaya, Eksan mengatakan pihaknya ingin membuktika, produk lokal mampu bersaing dengan merek global tanpa kehilangan identitas Indonesia.
"Saat meracik Emerald Glens, kami tidak ingin sekadar mengekor atau meniru identitas luar. Kami justru memulai dari sebuah keresahan: mengapa produk lokal tidak bisa berdiri tegak dengan identitasnya sendiri? Kami ingin membuktikan bahwa Indonesia mampu melahirkan produk premium yang kompetitif," jelas dia, dalam keterangannya, Selasa (7/7).
Pada tahap awal, Emerald Glens akan memfokuskan distribusi di pasar domestik sebelum secara bertahap memperluas pemasaran ke pasar internasional.
Di sisi lain, PT Lovina Beach Brewery Tbk (STRK) memperkuat strategi bisnisnya dengan menggenjot ekspor. Emiten minuman beralkohol tersebut menargetkan kontribusi pasar ekspor mencapai 60% dari total penjualan pada 2026, sementara 40% sisanya berasal dari pasar domestik.
Direktur Utama STRK, Bona Budhisurya mengatakan strategi tersebuteiring tantangan yang masih dihadapi pasar domestik, terutama terkait daya beli dan perlambatan konsumsi.
"Fokus kami adalah memperluas kontribusi ekspor. Pasar internasasional memberikan peluang yang lebih luas dibandingkan pasar lokal saat ini," ujarnya, belum lama ini.
STRK telah melakukan ekspor perdana produk whisky Libarron ke Singapura pada akhir Maret 2026 dengan nilai sekitar Rp 5 miliar. Selanjutnya, perusahaan ini membidik pasar Hong Kong, Jepang, dan China, dengan sasaran distribusi hotel berbintang lima serta bar premium.
Selain Libarron, STRK juga menyiapkan ekspor Clarissa coconut kopyor liqueur, Libarron Limited Van Gogh Edition, serta Coco Bali ready to drink (RTD).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














