Reporter: Vina Elvira | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten Fast Moving Consumer Goods (FMCG), PT Mayora Indah Tbk (MYOR) masih mempertahankan optimisme terhadap prospek bisnis pada semester II-2026.
Manajemen Mayora Indah menyampaikan, hingga awal paruh kedua tahun ini MYOR belum melihat perubahan tren permintaan yang berarti dibandingkan dengan semester I-2026.
Namun, perusahaan mengakui adanya tekanan terhadap daya beli yang membuat konsumen semakin sensitif terhadap harga dan mengubah pola pembelian.
Oleh sebab itu, pihaknya mengantisipasi kondisi tersebut dengan menetapkan strategi untuk menjual lebih banyak produk single pack.
Baca Juga: Harga Kemasan Plastik Meningkat, Begini Strategi Mayora Indah (MYOR)
“Pada umumnya tekanan daya beli ini membuat konsumen lebih sensitif terhadap harga dan dapat mengubah preferensi konsumen, mereka condong untuk membeli produk-produk single pack dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar manajemen Mayora kepada Kontan.co.id, Senin (6/7/2026).
Sejalan dengan kondisi tersebut, Mayora Indah belum mengubah target kinerja yang telah ditetapkan sejak awal tahun. Manajemen masih mempertahankan guidance penjualan maupun laba untuk 2026.
Apabila merujuk pemberitaan sebelumnya, MYOR mematok target penjualan sebesar Rp 41,85 triliun dengan laba bersih sebesar Rp 3,41 triliun di sepanjang 2026.
Dari sisi strategi, MYOR memilih mempertahankan harga jual di tengah meningkatnya sensitivitas konsumen terhadap harga. Kebijakan tersebut didukung oleh kondisi harga bahan baku yang saat ini relatif lebih rendah dibandingkan tahun lalu.
Menurut pemaparan Manajemen, saat ini kondisi harga bahan baku masih memberikan ruang yang positif terhadap kinerja margin.
Seperti harga kakao misalnya, memang saat ini (per Juni 2026) mengalami kenaikan karena curah hujan yang tinggi yang menyebabkan kuantitas panen berkurang.
Baca Juga: Mayora (MYOR) Bidik Laba Rp 3,41 Triliun di 2026: Efisiensi & Ekspor Jadi Kunci Utama
Namun, jika dibandingkan dengan kondisi tahun lalu, harga per bulan Juni masih di bawah harga rata-rata tahun 2025.
Sedangkan untuk komoditas kopi, saat ini sedang dalam masa harvest season, sehingga manajemen memasok cukup banyak bahan baku kopi untuk kebutuhan produksi ke depan.
“Dari sisi harga, cukup stabil, meski ada sedikit kenaikan karena di Juni ini curah hujan tinggi, akan tetapi berdasarkan forecast, cuaca kering itu akan terjadi bulan Juli yang mana itu bagus untuk panen mendatang. Sehingga kami expect bahwa harga akan stabil,” jelas Manajemen.
Selain itu, MYOR juga menjalankan strategi lainnya, antara lain menjual produk dengan harga yang lebih ekonomis, meningkatkan penetrasi, dan melakukan pemasaran yang lebih terarah.
Sementara itu, dari sisi belanja modal atau capital expenditure (Capex), MYOR memastikan belum ada perubahan terhadap rencana investasi tahun ini.
Baca Juga: Mayora Perkuat Ekonomi Sirkular Lewat Pengelolaan Sampah Plastik di IKN
Realisasi belanja modal hingga semester II-2026 juga disebut masih berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Ke depan, MYOT menilai tantangan utama yang masih perlu diwaspadai berasal dari kondisi makroekonomi yang berpotensi memengaruhi konsumsi masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













