kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Produsen Wajib Mengelola Sampah Melalui EPR, Perpres Bakal Terbit Tahun 2026


Kamis, 25 Desember 2025 / 20:43 WIB
Produsen Wajib Mengelola Sampah Melalui EPR, Perpres Bakal Terbit Tahun 2026
ILUSTRASI. Peninjauan TPA Galuga Bogor untuk pembangunan PSEL (ANTARA FOTO/ARIF FIRMANSYAH)


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Noverius Laoli

Ketua Umum Asosiasi Industri Minuman Ringan (Asrim) Triyono Prijosoesilo sepakat, setiap perusahaan memiliki kesiapan yang berbeda-beda. Triyono meminta supaya regulasi dan kebijakan mengenai EPR bisa memungkinkan keterlibatan perusahaan skala kecil - menengah, serta menciptakan lapangan yang setara (level plating field).

Dengan begitu, industri bisa tetap tumbuh dan bersaing secara sehat.

"Kesiapan perusahaan memerlukan dukungan pemerintah dengan regulasi yang tepat. Anggota kami pun sudah ada yang terlibat aktif dalam proses penyusunan EPR, yang juga sudah melakukan kegiatan untuk mengelola post-consumption packaging mereka," ungkap Triyono.

Sementara itu, Deputi Bidang Percepatan Pemberdayaan Kapasitas dan Penyediaan Akses Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Novrizal Tahar menekankan bahwa ekonomi sirkular dalam penerapan EPR mesti berdampak pada kesejahteraan rakyat. Termasuk bagi para pekerja informal.

Baca Juga: Perpres Pembangkit Listrik Sampah Rampung, Tinggal Tunggu Diteken Presiden Prabowo

Pasalnya, sektor pengelolaan sampah bisa melibatkan jutaan orang pekerja informal, termasuk pemulung yang belum terdata.

"EPR itu instrumen yang bagus. Tapi kita tentu ingin beyond daripada itu, bagaimana (penerapan EPR) dikaitkan dengan pengentasan kemiskinan," tandas Novrizal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×