kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.891   9,00   0,05%
  • IDX 6.302   -71,78   -1,13%
  • KOMPAS100 825   -11,14   -1,33%
  • LQ45 626   -7,41   -1,17%
  • ISSI 218   -1,88   -0,85%
  • IDX30 350   -4,01   -1,13%
  • IDXHIDIV20 426   -3,23   -0,75%
  • IDX80 94   -1,25   -1,31%
  • IDXV30 118   -0,66   -0,56%
  • IDXQ30 111   -0,99   -0,88%

Program Revitalisasi Sistem Kereta Api Membutuhkan Rp 82 Triliun


Kamis, 21 Januari 2010 / 13:38 WIB


Reporter: Gentur Putro Jati

JAKARTA. Pemerintah membutuhkan dana sangat besar, sekitar Rp 82 triliun untuk membiayai program revitalisasi sistem perkeretaapian nasional sampai 2014.

Direktur Jenderal Perkeretaapian, Tundjung Inderawan mengakui, bahwa uang yang dibutuhkan untuk merevitalisasi sistem transportasi kereta api sangat besar. "Karena memang pekerjaan yang akan dilakukan pemerintah sangat banyak," katanya.

Proyek revitalisasi itu antara lain, pembangunan double track di Pulau Jawa, membangun jaringan Trans Sumatera Railways, dan meningkatkan penghubung transportasi antarmoda. Kemudian pekerjaan lainnya adalah pengembangan kereta api komuter di tujuh kota yaitu Jabodetabek, Bandung, Semarang, Jogjakarta, Surabaya, Medan, dan Palembang.

"Dananya besar, karena untuk revitalisasi kereta api di Jabodetabek saja membutuhkan dana sekitar Rp 28 triliun," kata Tundjung, Rabu (20/1) malam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×