kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Prospek sehat bisnis benih, pupuk, dan pestisida


Senin, 07 Agustus 2017 / 19:27 WIB


Reporter: Abdul Basith | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Bisnis benih, pupuk, dan pestisida berprospek besar. Itu karena pemerintah belum banyak masuk ke pemenuhan kebutuhan benih nasional. 

“Pemerintah hanya memberikan pasokan benih sebesar 20% dari kebutuhan nasional,” ujar Posman Sibuea, Pengamat Pertanian.

Biaya produksi untuk benih diakui oleh Posman cukup besar. Beban paling besar adalah untuk penelitian dan pengembangan. Benih juga perlu dipatenkan sehingga tidak dapat digunakan oleh pihak lain. Pengurusan hak paten tersebut juga memakan biaya dalam bisnis benih.

Selain itu, pengembangan bisnis benih membutuhkan infrastruktur dan teknologi. 

Sedangkan pasang pupuk dan pestisida dilihat masih menjanjikan karena menjadi kebutuhan pangan masyarakat. Sampai saat ini pasar untuk ketiga sektor tersebut masih banyak dikuasai oleh pihak swasta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×