kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Protech Mitra Perkasa (OASA) targetkan kinerja tumbuh 20% tahun ini


Senin, 20 Agustus 2018 / 18:19 WIB
Protech Mitra Perkasa (OASA) targetkan kinerja tumbuh 20% tahun ini
ILUSTRASI. Protech Mitra Perkasa Tbk (OASA)


Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Protech Mitra Perkasa Tbk (OASA) sepanjang semester I-2018 mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang cukup baik. Perusahaan membukukan pendapatan sebesar Rp 13,88 miliar lebih tinggi dari sebelumnya Rp 3,88 miliar.

Pendapatan jasa konstruksi masih menjadi kontributor utama dengan nilai mencapai Rp 10,28 miliar naik lima kali lipat dari sebelumnya Rp 2 miliar. Sedangkan pendapatan jasa tercatat Rp 3,59 miliar naik dari sebelumnya Rp 1,87 miliar.

Anton Santoso, Direktur Utama OASA menyampaikan bahwa saat ini perusahaan berupaya untuk menambah kontrak baru. Dirinya berfokus untuk menambah kontrak dari sektor listrik yang marginnya lebih besar.

"Kami ambil (kontrak) listrik yang dominan, karena telekomunikasi sudah hampir tidak ada margin. Listrik sekitar 70% dari proyek eksisting," ujarnya kepada Kontan.co.id, Senin (20/8).

Dirinya berharap kinerja perusahaan sampai dengan akhir tahun akan membaik. Salah satunya dengan membidik kontrak-kontrak baru baik untuk sektor listrik maupun telekomunikasi. Anton menargetkan pertumbuhan double digit untuk tahun ini. "Betul, target pertumbuhan kinerja sepanjang tahun ini tetap dibidik tumbuh 20%," lanjutnya.

Kendati kinerja di sepanjang semester I-2018 meningkat cukup signifikan, namun laba tahun berjalan justru tertekan. Periode yang sama tahun lalu laba tahun berjalan tercatat Rp 1,37 miliar, namun saat ini hanya Rp 180,51 juta. Hal ini disebabkan beban pokok pendapatan yang tercatat sebesar Rp 12,51 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×